Street Coffee Djarwantie
Street Coffee Djarwantie Blora.(Dok. BahteraJateng/PI)
|

Dari Sekedar Hobi Nongkrong Menjadi Usaha Produktif

BLORA[BahteraJateng] – Bermula dari hobi nongkrong di kedai kopi saat kuliah, Igna Putera menjadi sosok perintis menjamurnya usaha produktif street coffee di Kabupaten Blora.

Pemilik kedai street coffee Djarwantie sekaligus sebagai karyawan Bank BRI ini, mengkisahkan perjalanan usaha yang dimulainya sejak enam tahun lalu.


“Ide pertama muncul karena hobi saya nongkrong di kedai kopi saat masih kuliah di Semarang. Dan saya ingin membuat kedai kopi yang tidak tersekat ruangan. Sehingga semua lapisan bisa datang dengan nuansa dan sajian yang kekinian, dan saya belajar langsung keteman-teman di Jogja,” ungkap Igna pada bahterajateng, Kamis (23/4).

Igna tidak segan berikan gambaran terkait modal awal usaha kepada orang lain yang ingin membuka usaha street coffee seperti yang dijalaninya.

“Modal awal itu relatif, yang terlihat langsung itu pembelian kendaraan roda empatnya. Saya beli Rp. 10 juta, rehab menjadi kedai sekitar Rp. 5 juta. Kalau alat-alat pemrosesan biji kopi sekitar Rp. 6 jutaan, ada yang harganya kurang dari itu. Sebetulnya kalau bicara modal, Rp. 20 juta harusnya sudah bisa jalankan usaha street coffee,” ungkap Igna.

Lebih lanjut Igna mengungkapkan beberapa langkah pada awal usaha agar street coffe bisa berkembang.

“Kalau mau buka usaha street coffee, buka dulu dilingkungan sekitar rumah. Ini agar bisa menghandle komplain dari pembeli yang rata-rata teman atau tetangga, sehingga kekurangannya bisa segera diperbaiki. Paling tidak tiga bulan. Setelah siap, baru coba ditempat strategis dikota, dan satu hal yang penting, selalu berinovasi dan berani tampil beda,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan harapannya kepada pemerintah Kabupaten Blora terkait wadah untuk pengembangan diri pelaku usaha street coffee.

“Saya berharap Pemkab Blora bisa memberikan wadah termasuk pelatihan kepada para pekerja street coffee secara berkala, agar bisa berkembang dan mampu menarik wisatawan lebih banyak untuk datang ke kota Blora,” pungkas Igna.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *