Mualim
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim.(Foto Ist)
|

Dewan Sayangkan Serapan Anggaran Dinkes Kota Semarang Baru 74 Persen

SEMARANG[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Kota Semarang menyoroti rendahnya serapan anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) yang hingga pertengahan November 2025 baru mencapai 74,1 persen.

Padahal, waktu efektif penggunaan anggaran tinggal menyisakan beberapa pekan sebelum batas akhir pencairan pada pertengahan Desember.

Ketua Komisi D, Mualim, menyatakan keprihatinannya lantaran rendahnya realisasi anggaran berpotensi menyulitkan pengajuan tambahan anggaran tahun 2026. Ia meminta Dinkes mempercepat serapan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Kalau sampai tidak terserap, otomatis saat meminta tambahan anggaran di 2026 akan berat,” ujarnya pada Kamis (20/11).

Politikus Partai Gerinda tersebut juga meminta Dinkes membandingkan pendapatan dan belanja tahun anggaran 2025 dan 2026 untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran, terutama di tengah wacana efisiensi.

Dewan turut menyoroti pendapatan unit layanan kesehatan berstatus BLUD seperti Puskesmas, laboratorium kesehatan, dan RSUD Mijen. Pendapatan BLUD yang rata-rata naik 7 persen disebut masih bisa ditingkatkan.

“Untuk laboratorium dan RS Mijen mungkin bisa dikaji agar mencapai 10 persen,” kata Mualim.

Kepala Dinkes Kota Semarang, M. Abdul Hakam, menjelaskan realisasi anggaran masih terus berjalan karena banyak kegiatan yang masih berlangsung di lapangan, terutama di 39 Puskesmas dan laboratorium.

“Percepatan akan dilakukan pada akhir November hingga awal Desember,” katanya.

Hakam menyebut sektor anggaran terbesar yang belum terserap adalah pembayaran Universal Health Coverage (UHC) yang dilakukan per bulan dan dijadwalkan kembali pada Desember, serta proyek pembangunan beberapa puskesmas yang belum rampung.

Saat ini, serapan tertinggi berada di BLUD dengan 79,69 persen, sementara serapan pada level dinas mencapai 72,70 persen. Total anggaran Dinkes tahun ini mencapai sekitar Rp500 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *