DPRD Kota Semarang Soroti Proyeksi PAD dan Penguatan UMKM dalam RPJMD 2025–2029
SEMARANG[BahteraJateng] – DPRD Kota Semarang melalui Panitia Khusus (Pansus) menyampaikan laporan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Semarang Tahun 2025–2029 dalam rapat paripurna yang digelar pada Rabu (9/7).
Laporan disampaikan oleh Dini Inayati, anggota Fraksi PKS, mewakili ketua dan anggota pansus. Ia menyoroti sejumlah isu strategis, antara lain proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), penguatan sektor UMKM, dan pengembangan pariwisata.

Dini menilai proyeksi PAD yang dipatok rata-rata 7,23 persen perlu dikaji ulang berdasarkan potensi riil objek pajak. Ia meminta Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) melakukan kajian lebih mendalam agar target PAD lebih akurat dan realistis.
“BRIDA perlu melakukan kajian potensi riil PAD sehingga target tiap tahun dalam RPJMD ini dapat disesuaikan berdasarkan potensi yang sebenarnya,” ujarnya.

Terkait pembangunan berkelanjutan, RPJMD disebut telah mengakomodasi pendekatan ekonomi hijau, biru, dan syariah. Namun, menurut Dini, komitmen tersebut harus dijabarkan secara konkret dalam Rencana Strategis (Renstra) OPD dan dokumen RKPD.
Sektor UMKM juga menjadi perhatian. Dini menegaskan perlunya strategi terintegrasi antar OPD dan BUMD untuk mendorong peningkatan kelas usaha mikro dan menurunkan angka kemiskinan. Ia menyebut pelatihan dan fasilitasi saja tidak cukup tanpa integrasi lintas sektor.
Dalam bidang pariwisata, ia mendorong adanya inovasi dalam pengemasan paket wisata yang menggabungkan destinasi alam, heritage, dan pasar tradisional agar wisatawan lebih lama tinggal dan berdampak pada ekonomi lokal.
Rapat ditutup dengan permohonan persetujuan terhadap hasil pembahasan RPJMD sebagai arah pembangunan Kota Semarang lima tahun ke depan.(sun)

