FITK UIN Walisongo dan FKIP Universitas Terbuka Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan
SEMARANG[BahteraJateng] – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Implementation Arrangement (IA) dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka (UT) pada Senin (6/10).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat dekanat FITK ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Islam dan negeri dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Delegasi FKIP UT dipimpin oleh Dekan Prof. Ucu Rahayu, didampingi Wakil Dekan Bidang Keuangan, SDM, dan Umum Isti Rokhiyah, Direktur UT Semarang Moh. Muzammil, serta sejumlah dosen dan pejabat struktural.
Prof. Ucu Rahayu menegaskan, kerja sama ini bertujuan memperluas kolaborasi akademik lintas institusi dan menghadirkan inovasi dalam pendidikan guru.

“Kami berharap sinergi ini menghasilkan kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang konkret, serta model pendidikan guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FITK UIN Walisongo, Prof. Fatah Syukur, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan ini menjadi bentuk integrasi antara sistem pembelajaran jarak jauh FKIP UT dan pendidikan berbasis nilai keislaman yang dikembangkan FITK UIN Walisongo.
“FKIP UT memiliki kekuatan dalam sistem pembelajaran jarak jauh yang modern, sementara FITK UIN Walisongo Semarang berpengalaman dalam pendidikan berbasis nilai keislaman. Keduanya saling melengkapi dan dapat menjadi model kolaborasi pendidikan tinggi yang berkelanjutan,” katanya.
Kerja sama meliputi riset kolaboratif, pertukaran narasumber, program pengembangan kompetensi dosen dan mahasiswa, serta pelatihan peningkatan mutu pembelajaran digital.
Direktur UT Semarang, Moh. Muzammil, menegaskan kolaborasi ini akan ditindaklanjuti melalui kegiatan nyata seperti kuliah tamu, riset bersama, dan pengembangan kurikulum berbasis teknologi.
“Kami ingin kolaborasi ini bukan hanya seremoni, tetapi benar-benar menghasilkan karya nyata yang berdampak bagi peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.
Acara penandatanganan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama, menandai komitmen kedua institusi untuk bersama mencetak guru profesional, adaptif, dan berkarakter.

