Garuda Muda Mampukah Cetak Sejarah Baru
SEMARANG[BahteraJateng] – Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia U-23 akan menjalani partai hidup mati guna lolos ke ajang Olimpiade 2024 yang akan digelar di Perancis.
Pertandingan ini akan digelar di Stadion Pierre Paribot, Perancis Kamis (9/5) kick off pukul 20.00 WIB bakal berlangsung seru.

Setelah harus puas kalah dari Iraq dalam perebutan juara 3 Piala Asia 2024, Garuda Muda harus merebut peluang terakhir lolos ke Olimpiade dengan menjalani babak playoff melawan perwakilan dari benua Afrika Guinea.
Meski peluang untuk memenangkan pertandingan sangat tipis dikarenakan Guinea U-23 yang diunggulkan untuk memenangkan pertandingan lolos anak asuhan Shin Tae-Yong wajib bermain nothing to lose.

Timnas Guinea U-23 yang diunggulkan merupakan skuad dengan mayoritas pemain yang bermain di kompetisi Eropa. Dalam laga playoff ini Guinea U-23Â diperkuat 19 pemain (13 pemain berkompetisi di benua Eropa) sedangkan sisanya bermain di liga lokal.
Di antara 13 pemain tersebut terdapat nama IIaix Moriba (jebolan akademi klub Barcelona Spanyol). Selain Moriba. Garuda Muda patut mewaspadai 3 nama yang bermain di kompetisi Eropa dan rutin memperkuat Timnas senior Guinea. Mereka adalah Ibrahim Diakite bermain di klub Stade Lausanne (Swiss), Facinet Conte bermain di klub Bastia (Perancis) dan nama terakhir Saido Sow yang memperkuat Strasbourg (Perancis).
Skuad yang bertabur rasa Eropa ini dilatih oleh mantan pemain Paris Saint Germain dan Arsenal yaitu Kaba Diawara. Selain melatih Guinea U-23 Diawara juga merupakan pelatih timnas senior Guinea sama halnya dengan Shin Tae-Yong.
Dari segi taktikal permainan Garuda Muda kemungkinan bermain dengan formasi 3-4-3 shape bertahan ke 5-2-2-1 sedangkan Guinea akan bermain dengan formasi 4-3-3 shape 4-2-3-1.
Sedangkan dalam segi permainan hampir mirip dengan permainan bola pendek dari kaki ke kaki perbedaannya Guinea lebih mengoptimalkan sektor flank (sayap) efektivitas memainkan bola panjang mengarah ke bola daerah di wilayah final 3rd pertahanan lawan.
Hal ini patut diwaspadai oleh Garuda Muda untuk lebih efektif menguasai lini tengah, opsi penumpukan pemain di lini tengah dengan menempatkan double pivot wajib dicoba dengan dipanggilnya Dewangga yang piawai berperan sebagai breaker line.
Opsi serangan balik cepat ataupun melalui transisi negatif harus bisa dioptimalkan anak asuhan Shin Tae-Yong. Yang patut menjadi catatan Guinea juga unggul dalam hal stamin maupun fisik.
Satu hal lagi memanfaatkan set piece (bola mati) harus bisa menjadi momentum untuk bisa unggul terlebih dahulu atas Guinea. Akan tetapi fast break Guinea patut diwaspadai dengan mengandalkan kecepatan para pemainnya entah out of the ball ataupun saat pemainnya membawa bola.
Jika Garuda Muda berhasil mengatasi Guinea maka kedua kalinya Indonesia akan lolos pada ajang Olimpiade cabang olahraga sepakbola setelah sebelumnya pernah lolos Olimpiade Melbourne Australia 1956.
Momen manis tersebut jelas ingin diulangi skuad Garuda Muda saat ini karena terus mencetak sejarah baru dan akan menandai kembalinya Indonesia ke ajang olahraga tingkat dunia yang bergengsi setelah absen selama 68 tahun untuk cabang sepakbola. (hs)

