GP Ansor Jateng Gelar Khitan Massal, 770 Anak Ikuti Khitan Ceria 2026
SEMARANG[BahteraJateng] – Sebanyak 770 anak mengikuti khitan massal gratis bertajuk Khitan Ceria 2026 yang digelar PW GP Ansor Jawa Tengah bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU Jawa Tengah dan Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang pada Sabtu (27/6).
Kegiatan sosial tersebut menjadi wujud kepedulian GP Ansor Jateng dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, M. Shidqon Prabowo, mengatakan Khitan Ceria merupakan implementasi dari tagline organisasi, Khodimul Ummah, yang berarti pelayan umat.
“Khitan Ceria bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi bentuk nyata pengabdian Ansor kepada masyarakat. Kami bersyukur mendapat dukungan penuh dari RSI Sultan Agung sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Shidqon menjelaskan, khitan massal ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan GP Ansor Jawa Tengah dalam skala besar.
Awalnya panitia menargetkan 3.333 peserta untuk memecahkan rekor MURI. Namun, karena keterbatasan waktu persiapan, jumlah peserta yang terdaftar hanya mencapai 770 anak.
“Meski belum mencapai target awal, angka ini sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi kami. Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus modal untuk menyelenggarakan kegiatan yang lebih besar di masa mendatang,” katanya.
Ketua GP Ansor tersebut berharap Khitan Ceria dapat menjadi agenda rutin tahunan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat dari program pelayanan kesehatan yang digagas GP Ansor Jawa Tengah.
Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Agus Ujianto, mengatakan seluruh proses khitan dilakukan sesuai standar pelayanan rumah sakit. Pelaksanaan dibagi di tiga lokasi, yakni RSI Sultan Agung, Fakultas Kedokteran Unissula, dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Sultan Agung, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan peserta.
Sementara itu, Ketua Panitia Khitan Ceria, dr. Muhammad Hayyi Wildani, menjelaskan kegiatan melibatkan sekitar 65 tenaga medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.
“Panitia juga menyiapkan 70 meja tindakan agar proses khitan terhadap ratusan peserta dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam jam,” katanya.
Isti, warga Semarang Barat ibunda dari Reynan, yang masih duduk di kelas 5 SD. Ia menemani buah hatinya mengikuti Khitan Ceria, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan sosial seperti ini harus rutin dilaksanakan.
“Sepertinya harus diadakan sering-sering juga ya, soalnya kan melihat antusias masyarakat untuk bisa sunat gratis itu besar sekali. Kegiatan sosial ini sangat membantu masyarakat menengah kebawah,” ujarnya.

