Inflasi Jateng di Mei 2025 Capai 1,66 Persen
SEMARANG [BahteraJateng]- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi Jawa Tengah selama Mei 2025 tercatat mencapai 1,66 persen.
Plt Kepala BPS, Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, inflasi Mei 2025 lebih rendah dibanding bulan sebelumnya mencapai 1,94 persen.

“Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Rembang sebesar 2,35 persen dengan IHK sebesar 111,68,” ungkap dia dalam rilis Indeks Harga Konsumsen secara daring, Senin (2/6).
Selanjutnya, kata dia, inflasi terendah terjadi di Kabupaten Wonosobo sebesar 1,26 persen dengan IHK sebesar 110,06.

Dia mengatakan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga karena naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran. Kelompok tertinggi dari dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,14 persen. Lalu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,63 persen dan kelompok kesehatan sebesar 1,79 persen.
Komoditas dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2025. Antara lain emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, bahan bakar rumah tangga, mobil, kelapa, Sigaret Kretek Mesin (SKM), nasi dengan lauk, sepeda motor, beras, santan jadi, upah asisten rumah tangga, akademi/perguruan tinggi. Masih ada, Sigaret Kretek Tangan (SKT), tarif air minum PAM, mie kering instant, kue basah, bakso siap santap, mie, dan kue kering berminyak.
Sementara kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks, tingkat deflasi month to month (m-to-m) Provinsi Jawa Tengah bulan Mei 2025 sebesar 0,49 persen. “Adapun, tingkat inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,06 persen yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,77 persen,” terang dia.

