Joko Widodo
Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo dalam kegiatan FGD Sosialisasi Ketertiban Pasar yang digelar di Kantor Dinas Perdagangan, Rabu (6/8).(Foto Ist)
| |

Joko Widodo Dorong Ketertiban Pasar Tradisional untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

SEMARANG[BahteraJateng] — Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Joko Widodo, mendorong peningkatan ketertiban, kebersihan, dan keamanan pasar tradisional untuk mendukung kenyamanan masyarakat dan memperkuat ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Joko Widodo dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Ketertiban Pasar yang digelar di Kantor Dinas Perdagangan Kota Semarang pada Rabu (6/8). Acara tersebut dihadiri puluhan pedagang dari berbagai pasar tradisional di Kota Semarang.


“Pasar tradisional adalah pusat perputaran ekonomi rakyat. Oleh karena itu, penataannya harus menjadi prioritas bersama agar tetap mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern,” ujar Jokowi, sapaan akrabnya.

Beberapa langkah yang diusulkan antara lain penataan pedagang agar tidak menggunakan trotoar atau bahu jalan, pengelolaan sampah secara berkala, penguatan keamanan pasar, serta modernisasi sistem transaksi melalui pembayaran non-tunai. Selain itu, Komisi B juga mendorong revitalisasi fasilitas umum seperti toilet dan tempat parkir.


Dalam sesi diskusi, para pedagang turut menyampaikan aspirasi. Mulyadi, pedagang Pasar Bulu, berharap pemerintah membantu promosi pasar tradisional agar lebih diminati masyarakat.

“Kami siap mendukung dan berinovasi jika pemerintah lebih sering melibatkan kami dalam event atau promosi pasar,” ujarnya.

Sementara itu, Basuki, pedagang Pasar Simongan, menyoroti perlunya pengawasan terhadap pedagang ilegal di sekitar pasar dan menuntut sistem retribusi yang lebih transparan.

“Meski pembayaran retribusi sudah pakai barcode, tapi kami kadang tetap ditarik iuran saat libur. Selain itu, pedagang liar di luar pasar membuat pengunjung enggan masuk,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, politisi PKS tersebut menyatakan bahwa aspirasi tersebut akan menjadi evaluasi DPRD bersama Dinas Perdagangan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi untuk meningkatkan ketertiban dan transparansi di pasar.

“Masukan dari panjenengan semua sangat berharga. Ini akan kami sampaikan dalam rapat bersama dinas terkait agar pengawasan lebih optimal,” tegasnya.

Melalui dialog ini, diharapkan terbentuk komunikasi berkelanjutan antara pedagang dan pemerintah demi kemajuan pasar tradisional di Kota Semarang.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *