Karnaval Paskah di Semarang
Keramaian Karnaval dan Perayaan Paskah Kota Semarang 2025.(Dok. Humas Pemkot)

Karnaval Paskah Semarang 2026, Jalanan Kota Jadi Ruang Toleransi dan Kreativitas 

SEMARANG[BahteraJateng] – Ribuan warga akan memadati pusat kota dalam gelaran Karnaval dan Perayaan Paskah Kota Semarang 2026 yang berlangsung pada Jumat (17/4). Kegiatan ini menjadi momentum perayaan lintas iman yang memadukan nilai religius, kreativitas, serta kebersamaan di ruang publik.

Rangkaian acara dimulai pukul 13.00 WIB dari kawasan Gereja Blenduk di Kota Lama, diawali dengan pembukaan dan ibadah. Selanjutnya, peserta akan mengikuti kirab menuju Balai Kota Semarang melalui jalur utama kota.


Sepanjang rute kirab, jalanan yang biasanya dipadati kendaraan akan berubah menjadi panggung ekspresi publik. Beragam penampilan, atribut, dan pesan damai ditampilkan peserta yang berasal dari sekolah, gereja, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi perempuan, hingga komunitas lintas agama seperti PELITA dan perwakilan PHDI.

Kehadiran berbagai elemen tersebut menegaskan praktik toleransi yang hidup di Kota Semarang. Karnaval ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol kebersamaan masyarakat dalam merawat keberagaman.


Untuk mendukung kelancaran acara, Pemerintah Kota Semarang menerapkan rekayasa lalu lintas terpadu. Pengalihan arus mulai diberlakukan pukul 13.00 WIB di sejumlah titik strategis seperti Imam Bonjol, Agus Salim, Gajahmada, Letjen Suprapto, Sendowo, hingga Ki Nartosabdo.

Sementara itu, Jalan Pemuda sebagai jalur utama kirab akan ditutup sementara. Penutupan juga dilakukan di kawasan Simpang Paragon dan Cendrawasih, dengan pengaturan lanjutan bersifat situasional.

Warga diimbau menghindari jalur terdampak dan memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan, di antaranya Gedung Parkir Balai Kota, DP Mall, Udinus, SMU 3, Museum Mandala Bhakti, kawasan belakang Spiegel, serta Metro Point.

Pemkot Semarang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Selain menjadi perayaan, momentum ini juga mencerminkan bagaimana ruang kota dapat dikelola secara inklusif di tengah tingginya aktivitas publik.

Karnaval Paskah 2026 pun menjadi wajah Semarang sebagai kota yang tidak hanya bergerak secara fisik, tetapi juga tumbuh dalam nilai toleransi dan kebersamaan.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *