Candi Borobudur. Foto PT Aviasi Pariwisata Indonesia.
|

Kemenpar Dorong Percepatan Belanja Sektor Akomodasi Hotel

JAKARTA [BahteraJateng]- Kementerian Pariwisata akan mendorong percepatan belanja pemerintah untuk sektor akomodasi guna menjawab keluhan kalangan perhotelan tentang kebijakan efisisensi anggaran penerapan tahun 2025.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, perubahan pola anggaran pemerintah berdampak pada tingkat akupansi perhotelan sudah menggelar audiensi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Langkah ini untuk merespons penurunan okupansi hotel sebesar 3,55 persen pada kuartal pertama 2025.


“Kemenpar akan memfasilitasi kalangan perhotelan dengan meluncurkan inovasi produk, strategi pemasaran baru, serta mendorong percepatan belanja pemerintah untuk sektor akomodasi guna memperbaiki kondisi ini,” ungkap Widiyanti di sela-sela penyampaian Laporan Kinerja Kementerian Pariwisata, belum lama ini.

Kemenpar, kata dia, berkomitmen terus mendorong pertumbuhan wisatawan lebih merata. Caranya dengan memperkenalkan destinasi unggulan di luar Jawa serta mengembangkan paket wisata sesuai dengan preferensi pasar.


Sebagai sektor strategis, pariwisata Indonesia mendukung empat dari delapan misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Rancangan program-program Kemenpar untuk memastikan implementasi selaras dengan Asta Cita tersebut, berfokus pada keberlanjutan, inklusivitas dan daya saing global.

Kemenpar melaporkan, pada bulan Maret 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebesar 841,03 ribu kunjungan. Meskipun angka ini menandai penurunan sebesar 2,18 persen secara month-to-month dibandingkan tahun sebelumnya (859,80 ribu kunjungan). Performa sektor pariwisata dari kunjungan wisatawan mancanegara masih tercatatkan positif dengan total 2,74 juta perjalanan pada kuartal I 2025, tumbuh 7,83 persen dibandingkan periode sama pada tahun 2024. Hal ini memberikan optimisme bagi sektor pariwisata secara keseluruhan.

Terlebih, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mengalami pertumbuhan signifikan, sebesar 12,61% peningkatan pada Maret 2025 dibandingkan periode sama tahun lalu. Adapun performa Maret 2025 tercatat sebesar 88,91 juta perjalanan. Secara kumulatif, pada kuartal I 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat 282,41 juta perjalanan, tumbuh sebesar 12,71% dibandingkan dengan kuartal I 2024.

Di sisi wisatawan nasional, data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri tercatat sebanyak 582 ribu perjalanan pada Maret 2025 (penurunan 15,92 persen dibandingkan Maret 2024) dan 2,33 juta perjalanan pada kuartal I 2025 (peningkatan sebesar 6,55 persen dibandingkan kuartal I 2024). Meskipun terdapat peningkatan, jumlah perjalanan wisatawan nasional masih lebih rendah dibandingkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara menunjukkan surplus devisa dari sektor pariwisata.

Dia menyampaikan, pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam pembangunan pariwisata Indonesia agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami di Kementerian Pariwisata akan terus melangkah dengan semangat keberlanjutan, inklusivitas, dan daya saing global, seraya memastikan bahwa pertumbuhan pariwisata berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan lingkungan,” ujar Widiyanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *