Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Beras Picu Inflasi Jateng
SEMARANG [BahteraJateng]- Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat kenaikan harga minyak goreng dan beras menjadi pemicu utama terjadinya inflasi di provinsi ini pada Januari 2025.
Kepala BPS Jawa Tengah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih mengungkapkan, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,58 pada Januari 2025.

“Kelompok makanan dan minuman memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y sebesar 1,26 persen,” ungkap Endang, Senin (3/1).
Menurut dia, komoditas dominan memberikan andil inflasi seperti minyak goreng sebesar 0,20 persen. Disusul beras sebesar 0,13 persen dan selanjutnya kopi bubuk dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,12 persen.

“Inflasi tertinggi di Kota Tegal sebesar 1,76 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 107,04,” kata dia.
Sebaliknya, inflasi terendah di Purwokerto sebesar 1,02 persen dengan IHK sebesar 105,59.
Dia melanjutkan, kelompok pengeluaran penurunan indeks meliputi kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,68 persen. Sementara, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,76 persen.
Adapun, kata dia, tingkat deflasi month to month dan tingkat deflasi year to date Provinsi Jawa Tengah bulan Januari 2025 masing-masing sebesar 0,46 persen.
“Jateng mengalami deflasi lagi setelah sembilan tahun. Terakhir Jateng mengalami deflasi pada Januari 2015,” kata dia.
Sementara kelompok pengeluaran mengalami penurunan indeks meliputi perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,68 persen. Selanjutnya, kelompok
informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,76 persen.
“Turunnya tarif listrik penyumbang deflasi karena pelanggan rumah tangga mendapat diskon 50 persen dengan daya terpasang listrik 450 VA hingga 2200 VA,” ungkap dia.

