Keteladanan Literasi: Guru Membaca, Murid Terinspirasi
Oleh: Gunawan Trihantoro
Budaya literasi di sekolah tidak akan tumbuh hanya melalui teori, tetapi melalui keteladanan nyata dari guru. Guru bukan sekadar pengajar, melainkan panutan yang mampu menanamkan kecintaan membaca melalui aksi sederhana namun bermakna: membuka dan membaca buku di hadapan murid.

Menurut Albert Bandura (1977), manusia belajar melalui observasi terhadap figur otoritatif. Ketika guru konsisten membaca dan berbagi refleksi bacaan—baik karya sastra maupun referensi ilmiah—murid akan menangkap bahwa membaca adalah perilaku bernilai.
Di tengah era digital yang penuh distraksi, kehadiran guru sebagai pembaca aktif menjadi semakin penting. Guru yang membiasakan diskusi berbasis teks mengajak murid berpikir kritis, bukan sekadar menerima informasi mentah.

Lingkungan sekolah pun harus mendukung melalui kebijakan struktural, seperti penyediaan perpustakaan nyaman, jam baca terjadwal, dan koleksi buku yang relevan. Namun, faktor utama tetap terletak pada komitmen pribadi guru untuk terlibat dalam budaya literasi.
Data UNESCO (2021) menunjukkan bahwa sekolah dengan guru pembaca aktif memiliki tingkat literasi murid 40% lebih tinggi. Dampaknya tidak hanya pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter pembelajar sepanjang hayat.
Guru juga memiliki peran strategis sebagai kurator bacaan, memperkenalkan murid pada khazanah literatur lokal hingga global. Inilah cara membentuk kecerdasan budaya dan kepekaan sosial murid melalui literasi.
Agar gerakan ini berkelanjutan, dibutuhkan sinergi antara tiga pihak: komitmen guru, dukungan kebijakan sekolah, dan partisipasi komunitas. Pelatihan literasi berkelanjutan dan penyediaan bahan bacaan harus menjadi prioritas bersama.
Ketika guru menjadikan buku sebagai sahabat, murid akan menemukan makna intrinsik dalam membaca. Inilah esensi pendidikan sejati—melahirkan generasi pemikir kritis yang kelak meneruskan estafet literasi bangsa.
(Gunawan Trihantoro adalah sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah)

