KKN-T Tim 37 UNDIP Dorong Mitigasi Banjir dan Penghijauan Lingkungan di Desa Mranggen
Oleh : Galih Tri Setia
MAHASISWA KKN-T Tim 37 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan rangkaian program lingkungan di Desa Mranggen melalui penerapan teknologi sumur resapan biopori serta gerakan tanam pohon. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi genangan air saat musim hujan sekaligus meningkatkan ruang terbuka hijau sebagai bentuk mitigasi banjir dan pelestarian lingkungan berkelanjutan.
Sebagai upaya menanggapi permasalahan genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan, mahasiswa yang tergabung dalam KKN-T Tim 37 Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program penerapan teknologi sumur resapan biopori di Desa Mranggen. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Januari 2026 dan berpusat di Gedung Serbaguna Desa Mranggen, dengan melibatkan perangkat desa dan warga setempat.
Kegiatan diawali dengan workshop yang membahas risiko banjir, penyebab genangan air, serta pengenalan teknologi biopori sebagai solusi sederhana dan ramah lingkungan. Melalui pemaparan materi dan pelatihan praktik, warga dibekali pengetahuan serta keterampilan dalam pembuatan dan pemanfaatan sumur resapan biopori agar dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Antusiasme warga terlihat jelas selama sesi diskusi maupun praktik lapangan.
Setelah kegiatan workshop, program dilanjutkan dengan pemasangan sumur resapan biopori di sejumlah pekarangan rumah warga yang dinilai rawan genangan. Proses instalasi dilakukan secara partisipatif dengan pendampingan dari mahasiswa KKN-T, sehingga pelaksanaan berjalan tertib dan sesuai dengan prosedur yang dianjurkan. Penerapan biopori ini diharapkan dapat meningkatkan daya serap tanah, mengurangi limpasan air hujan, serta memperbaiki kualitas tanah melalui pemanfaatan sampah organik.
Sebagai penguatan dari upaya mitigasi banjir tersebut, mahasiswa KKN-T Tim 37 UNDIP juga melaksanakan Gerakan Tanam Pohon pada tanggal 25–26 Januari 2026 di Lapangan Desa Mranggen dan kawasan Agrowisata Linggan Education, Kabupaten Demak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan ruang terbuka hijau sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa secara berkelanjutan.
Gerakan tanam pohon dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa, perangkat desa, pengelola lokasi, serta masyarakat setempat. Warga berpartisipasi aktif mulai dari persiapan lokasi, penggalian lubang tanam, hingga penanaman dan penataan bibit pohon. Penanaman ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, seperti meningkatkan kualitas udara, menjaga keseimbangan ekosistem, serta memperkuat daya dukung lingkungan terhadap potensi banjir.
Melalui rangkaian kegiatan penerapan biopori dan gerakan tanam pohon ini, diharapkan masyarakat Desa Mranggen semakin memahami pentingnya upaya mitigasi bencana berbasis lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Tim 37 UNDIP dan warga desa menjadi contoh nyata sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh, hijau, dan berkelanjutan.
*Galih Tri Setia adalah Mahasiswa Universitas Diponegoro

