Komisi D DPRD Kota Semarang Tinjau Pembangunan Gedung Baru Perpustakaan Umum
SEMARANG[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan kunjungan kerja ke gedung baru Perpustakaan Umum Kota Semarang pada Senin (2/2) yang dibangun dengan total anggaran sekitar Rp13 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat dan APBD Kota Semarang.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap realisasi pembangunan fasilitas publik agar sesuai dengan perencanaan dan penggunaan anggaran yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, mengatakan peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan gedung perpustakaan berjalan sesuai spesifikasi.
“Kami ingin memastikan pembangunan gedung Perpustakaan Umum Kota Semarang berjalan sesuai spesifikasi, baik dari sisi fisik bangunan maupun pemanfaatan anggaran yang berasal dari DAK sebesar Rp7,8 miliar dan APBD sekitar Rp5,6 miliar,” ujarnya kepada BahteraJateng.
Selain menjalankan fungsi pengawasan, Komisi D juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan gedung arsip dan perpustakaan baru sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat.
“Gedung tersebut diharapkan menjadi ruang literasi yang inklusif bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum,” katanya.
Namun demikian, DPRD mencatat masih adanya kekurangan minor pada tahap pemeliharaan bangunan, seperti kebocoran, yang diminta segera ditindaklanjuti oleh penyedia jasa sesuai tanggung jawab kontrak.
Komisi D juga mendorong percepatan pelaksanaan tahap kedua pembangunan interior serta promosi aktif agar perpustakaan benar-benar menjadi pusat literasi dan interaksi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan gedung baru berdiri di atas lahan 1.019 meter persegi dengan empat lantai.
Basement difungsikan sebagai area parkir, lantai satu untuk layanan sirkulasi peminjaman, lantai dua sebagai ruang baca dan referensi, serta lantai tiga dilengkapi fasilitas audio visual berkapasitas 80 orang, co-working space, dan mini kafe.
“Gedung ini ditargetkan melayani 350–400 pengunjung per hari,” katanya.
Tahap pertama pembangunan rampung pada Desember 2025 dan saat ini memasuki masa pemeliharaan enam bulan.
Tahap kedua berupa pengerjaan interior akan dibiayai APBD 2026 sebesar Rp5,3 miliar.
“Interiornya nanti dibikin sesuai dengan identitas Kota Semarang dan Jawani,” imbuhnya.
Layanan Perpustakaan Umum Kota Semarang mulai beroperasi di gedung baru sejak 20 Januari dengan jam layanan pukul 08.00–21.00 WIB.

