D’Modifest 2026
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen, saat membuka Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di The Park Mall Semarang, Jumat (27/2).(Dok. Humas Pemprov)

Lewat D’Modifest 2026, Jateng Siapkan Fashion Muslim Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Baru

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai memosisikan fashion dan kuliner halal sebagai bagian dari strategi menumbuhkan ekonomi daerah melalui penguatan sektor UMKM.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026 di The Park Mall Semarang pada Jumat (27/2).


Menurutnya, UMKM terbukti menjadi penopang ekonomi saat krisis moneter maupun pandemi. Karena itu, penguatan pelaku usaha kecil dan menengah harus terus dilakukan agar mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga internasional.

Taj Yasin menyebut Jawa Tengah memiliki banyak talenta desainer yang telah tampil di panggung global sejak 2017. Bahkan, lembaga pendidikan seperti SMK NU Banat Kudus pernah membawa karya ke Eropa dan Rusia.


Fenomena kampung desainer yang melayani pesanan ekspor dari rumah juga dinilai sebagai bukti daya saing produk lokal.Dekranasda Modest & Iftar Festival (D’Modifest) 2026

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah, seperti perpaduan tenun Klaten, pewarnaan Pekalongan, dan desain Grobogan, untuk memperkuat ekosistem industri kreatif. Nama Dian Pelangi juga disebut sebagai contoh desainer asal Jawa Tengah yang mampu menembus pasar global.

Ketua Dekranasda Jateng, Nawal Arafah Yasin, menyampaikan berdasarkan data SIDT-UMKM 2025 terdapat 4,45 juta unit UMKM di Jawa Tengah, terbesar ketiga nasional. Jumlah UKM binaan Pemprov Jateng meningkat dari 167.391 unit pada 2020 menjadi 198.780 unit pada 2025.

Capaian itu diperkuat hasil partisipasi pada ajang INACRAFT di Jakarta International Convention Center pada 4–8 Februari 2026 dengan total transaksi Rp820.904.550.

D’Modifest 2026 berlangsung hingga 1 Maret 2026 dengan menghadirkan sekitar 50 stan fashion dan kuliner, sebagai langkah awal menjadikan ekonomi halal sebagai mesin pertumbuhan baru Jawa Tengah.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *