Maulid Nabi Jadi Momentum Pemuda Pancasila Semarang Ubah Stigma Organisasi
SEMARANG[BahteraJateng] — Pemuda Pancasila (PP) Kota Semarang menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk melakukan introspeksi sekaligus mengubah stigma organisasi yang selama ini kerap dianggap identik dengan karakter keras.
Hal itu disampaikan, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Tengah, Bambang Eko Purnomo atau akrab disapa BEP. Menurutnya, anggota PP perlu belajar meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam bersikap santun, lembut, dan menghargai masyarakat.
“Maulid Nabi ini kita bisa belajar dari Baginda Rasul yang mempunyai watak alim dan lemah lembut. Kita belajar bagaimana kerasnya Pemuda Pancasila bisa belajar wataknya Nabi Muhammad,” kata BEP kepada BahteraJateng seusai menghadiri Maulid Akbar yang digelar PAC Pemuda Pancasila Semarang Barat di Jalan Suratmo Baru, Kota Semarang, Sabtu (26/9) malam.
Menurut dia, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anggota PP untuk menunjukkan bahwa organisasi tidak hanya identik dengan aktivitas di lapangan, tetapi juga dapat terlibat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.
Ia berharap kegiatan seperti pengajian dan sholawatan dapat menjadi bagian dari upaya mengubah pandangan masyarakat terhadap PP.
“Yang biasanya kita dianggap bajingan, kita bisa pengajian. Yang biasanya dianggap berandal atau mungkin preman, ternyata kita bisa bersama-sama meresapi bagaimana kekuatan Islamiyah yang diciptakan Nabi Muhammad,” ujarnya.
BEP menekankan pentingnya anggota PP menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara bergaul, berbicara, dan bersikap di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang memiliki anggota dari berbagai latar belakang agama dan suku. Karena itu, nilai keteladanan Nabi Muhammad dalam kegiatan tersebut ditempatkan sebagai bagian dari refleksi dan pembentukan sikap organisasi.
“Kita ini lintas agama, lintas suku. Semuanya ada di sini. Setidaknya apa yang kita buat hari ini kita bisa menilai, bisa melihat, dan masyarakat juga melihat ternyata Pemuda Pancasila juga bisa buat seperti ini, bisa pengajian, bisa sholawatan,” katanya.
BEP berharap kegiatan keagamaan serupa dapat digelar di tingkat PAC di berbagai daerah dengan skala menyesuaikan kondisi masing-masing.
Selain kegiatan keagamaan, ia menyebut PP Kota Semarang juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya pembagian sekitar 20 ribu eksemplar Alquran dan 20 ribu buku Iqra ke sejumlah TPQ serta kerja sama dengan masjid-masjid di Kota Semarang.
“Berbagai kegiatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses introspeksi sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara organisasi dan masyarakat,” pungkasnya.
Pada kegiatan Maulid Akbar tersebut masyarakat juga dihibur performance grup musik etnik Panembahan Qitmir serta bintang tamu pelawak legendaris Kirun dan Kadir, yang sangat menghibur ratusan jamaah yang hadir malam itu.

