Shanghai Karaoke
| |

Menghapus Jejak Lokalisasi, Mimpi Deddy Menghadirkan Shanghai Karaoke Keluarga di Argorejo

SEMARANG[BahteraJateng] – Di sebuah gang di kawasan Argorejo, Kalibanteng, Semarang, suara musik ringan terdengar samar dari bangunan dicat sederhana. Tidak ada lampu gemerlap, tidak ada aktivitas mencolok yang dulu identik dengan kawasan ini. Yang ada justru papan kecil bertuliskan “Shanghai Karaoke”.

Papan itu milik Deddy Kurniawan. Sejak hampir satu tahun terakhir, ia mencoba mewujudkan sesuatu yang oleh sebagian orang dianggap mustahil: mengubah stigma Argorejo dari kawasan bekas lokalisasi (SK-red) menjadi ruang hiburan yang ramah keluarga.

“Inginnya mindset orang itu berubah. Di sini sudah stop prostitusi. Siang dan malam bisa buat keluarga karaoke,” ujar Deddy sambil tersenyum, duduk di ruang tunggu yang kini penuh stiker bernuansa ceria ala pecinan, bukan lagi simbol-simbol ‘dunia malam’.

Jejak Lama yang Ingin Ditinggalkan

Pria kelahiran Semarang Utara, 35 tahun yang lalu itu paham betul beban nama besar Argorejo. Dahulu, deretan wisma di tempat ini menjadi pusat kegiatan prostitusi terbesar di Semarang. Namun sejak kawasan itu ditutup, sebagian besar bangunan berubah menjadi wisma karaoke. Kebanyakan masyarakat luar tetap berpikir Argorejo masih sama seperti dulu.

“Itu yang pengin saya ubah pelan-pelan,” katanya.

Sebelum membuka tempat karaoke ini, Deddy bekerja sebagai operator di beberapa tempat karaoke —Stargirl, Arema, dan Pattaya. Pengalamannya selama bertahun-tahun ia jadikan modal untuk membuat sesuatu yang berbeda. Bersama beberapa teman, ia mengumpulkan tabungan, lalu membuka usaha kecil yang ia beri nama Shanghai.

Membangun Usaha dari Bawah

Meski semangatnya besar, Deddy mengakui tantangan tidak sedikit. Omsetnya naik turun—terutama pada siang hari yang sepi pengunjung.

“Rata-rata yang karaoke itu malam. Siang jarang. Jadi belum stabil,” tuturnya.

Namun ia tetap bersikukuh mempertahankan konsep karaoke keluarga. Baginya, perubahan tidak hanya soal bisnis, tetapi tentang memberi ruang baru bagi Argorejo.

Harapan untuk Argorejo Baru

Deddy berharap semakin banyak warga datang di siang hari bersama keluarga, sehingga citra Argorejo perlahan membaik. Ia ingin kawasan yang dulu dikenal dengan stigma gelap itu menjadi tempat hiburan yang nyaman dan aman.

“Kalau siang juga ramai, orang pasti tahu bahwa Argorejo sudah berubah. Enggak ada prostitusi. Full karaoke keluarga,” tegasnya.

Di tengah lorong-lorong yang kini lebih tenang, usaha kecil Deddy mungkin hanya satu titik cahaya. Namun baginya, setiap titik cahaya tetap berarti. Setidaknya, di Argorejo yang pernah kelam, ia memilih untuk menyalakan lampu harapan—melalui sebuah ruang karaoke kecil yang ingin merangkul keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *