Nita Cahayani Sumanto
Nita Cahayani Sumanto.(Foto. BahteraJateng/day)

Nita Cahayani Sumanto, Komandan Cantik Upacara Harhubnas 2026 di Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] — Suara lantang dan langkah tegap Nita Cahayani Sumanto terdengar di halaman Balai Kota Semarang saat memimpin upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2026.

Pagi itu, perhatian peserta upacara tertuju kepada sosok perempuan yang berdiri tegap sebagai komandan upacara. Mengenakan seragam Dinas Perhubungan Kota Semarang, Nita menjalankan setiap tahapan upacara dengan penuh konsentrasi.

Bagi Nita, menjadi komandan upacara Harhubnas 2026 merupakan pengalaman baru. Sebelumnya, perempuan yang bertugas di Dinas Perhubungan Kota Semarang itu lebih sering mendapat tugas sebagai pembaca Undang-Undang Dasar 1945.

Namun, kepercayaan tersebut datang langsung dari pimpinan.

“Dari Pak Kepala Dinas langsung mengamanati saya menjadi komandan upacara untuk Hari Perhubungan tahun 2026,” ujar Nita kepada BahteraJateng baru-baru ini.

Tidak banyak pertimbangan ketika menerima tugas tersebut. Sebagai seorang pegawai, Nita memilih menjalankan amanah yang diberikan pimpinan.

“Saya siap perintah saja. Sebagai pelaksana memang harus melaksanakan tugas dari pimpinan dan diupayakan tampil atau perform sebaik mungkin, seoptimal mungkin,” katanya.

Kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Nita memiliki pengalaman yang cukup dekat dengan kedisiplinan dan baris-berbaris. Sebelum bergabung dengan Dishub Kota Semarang, ia memiliki latar belakang pendidikan pelayaran yang membuat kegiatan semi-militer dan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) bukan hal asing baginya.

Ia juga pernah menjadi anggota Paskibraka di Kabupaten Sukoharjo.

Pengalaman tersebut menjadi modal ketika Nita harus berdiri di depan peserta upacara dan memberikan komando dengan suara lantang.

Meski demikian, menjadi komandan upacara tetap membutuhkan persiapan. Bersama jajaran Dishub Kota Semarang, Nita menjalani beberapa kali latihan sebelum pelaksanaan upacara.

“Di Dinas Perhubungan sudah mempersiapkan beberapa kali latihan. Kalau tidak salah sekitar tiga kali latihan, baru kemudian gladi upacara di Balai Kota Semarang,” tuturnya.

Persiapan tidak hanya dilakukan dari sisi teknis. Kondisi fisik juga menjadi perhatian karena seorang komandan upacara harus mampu berdiri dan memberikan komando secara konsisten selama rangkaian kegiatan.

Perempuan kelahiran April 1993 tersebut mengaku menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi vitamin. Sementara untuk mental, pengalaman tampil di depan banyak orang membantunya mengurangi rasa gugup.

Bagi Nita, pengalaman kali ini juga memiliki makna tersendiri karena ia dipercaya menjalankan peran yang selama ini lebih sering dilekatkan kepada laki-laki.

Terlebih, upacara tersebut dipimpin Wali Kota Semarang yang juga seorang perempuan.

“Kebetulan Ibu Wali Kota kita perempuan. Jadi mungkin Bapak Danang Kurniawan selaku Kepala Dinas Perhubungan mengamanati saya untuk dijadikan komandan upacara,” ujar perempuan Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Malahayati Jakarta tersebut.

Menurut Nita, keterlibatan perempuan dalam berbagai peran di lingkungan pemerintahan kini semakin terbuka.

Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, rasa lega bercampur bahagia muncul. Tugas yang sempat menjadi tantangan itu akhirnya dapat ia jalankan hingga tuntas.

“Senang sekali,” kata Nita singkat.

Nita kini memiliki satu pengalaman baru dalam perjalanan pengabdiannya di Dishub Kota Semarang. Sejak bergabung pada 2022, ia bertugas di bidang sumber daya manusia dan saat ini menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas kepala seksi SDM.

Empat tahun bekerja di lingkungan perhubungan, ia akhirnya mendapat kesempatan berdiri paling depan dalam sebuah upacara besar.

Bukan sekadar tentang suara lantang atau langkah yang tegap. Bagi Nita, kepercayaan tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa tugas dan tanggung jawab dapat dijalankan siapa saja yang diberi amanah dan siap mempersiapkan diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *