Pasca Penusukan di SDN Kalipancur 2, Pemkot Semarang Siapkan Trauma Healing bagi Siswa
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota Semarang menyiapkan layanan trauma healing bagi siswa yang menyaksikan peristiwa penusukan terhadap seorang ibu murid di SDN Kalipancur 2, Kecamatan Ngaliyan, Jumat (19/6/2026).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang, Eko Krisnarto, mengatakan pihaknya saat ini fokus mendampingi korban yang diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Korban sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit William Booth akibat luka tikaman yang dideritanya dan kini telah diperbolehkan pulang.
“Korban masih mengalami syok berat sehingga belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut. Tim UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak terus melakukan pendampingan dan akan kembali menemui korban setelah kondisi psikologisnya lebih stabil,” ujarnya pada Jumat (19/6).
Selain korban, DP3A juga memberi perhatian khusus kepada para siswa yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
“Peristiwa kekerasan di lingkungan sekolah berpotensi menimbulkan trauma psikologis pada anak-anak,” katanya.
Karena hari terakhir sekolah bertepatan dengan dimulainya masa liburan, pelaksanaan trauma healing akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan dan pihak sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan pihaknya siap memberikan pendampingan psikologis kepada siswa yang terdampak.
Disdik akan meminta laporan lengkap dari sekolah mengenai siswa yang menyaksikan peristiwa tersebut dan, jika diperlukan, akan menugaskan psikolog dari Rumah Duta Revolusi Mental untuk melakukan trauma healing.
“Pendampingan akan diberikan tidak hanya kepada anak korban maupun keluarga pelaku, tetapi juga kepada siswa lain yang mengalami dampak psikologis akibat menyaksikan aksi kekerasan tersebut,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, kasus penusukan terjadi di SD Negeri Kalipancur 2 pada Jumat (19/6) pagi, saat proses pengambilan rapor oleh wali murid. Seorang perempuan berinisial AY (25) menjadi korban dugaan percobaan pembunuhan oleh suaminya sendiri F (29).

