Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat mengunjungi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani, beberapa waktu lalu.(Dok Humas)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat mengunjungi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani, beberapa waktu lalu.(Dok Humas)
| |

Pelaku Usaha Dorong Pembukaan Penerbangan Internasional di Bandara Ahmad Yani

SEMARANG[BahteraJateng] – Sejumlah pelaku usaha mendesak dibukanya kembali penerbangan internasional dari dan ke Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Dorongan ini muncul dari hasil survei yang dilakukan DPMPTSP Jawa Tengah terkait intensitas perjalanan luar negeri para pelaku usaha.


Survei menunjukkan, dari 172 responden, 98 di antaranya memilih Bandara Ahmad Yani sebagai tempat kedatangan, dengan mayoritas berasal dari China.

Sementara untuk keberangkatan, dari 167 responden, 95 memilih berangkat dari Bandara Ahmad Yani, dan 90 di antaranya juga berasal dari China.


Kepala DPMPTSP Jateng, Sakina Rosellasari, menyatakan penerbangan internasional penting untuk mendukung investasi, terutama dari negara-negara seperti Singapura, China, Taiwan, dan Korea Selatan.

Singapura sendiri merupakan negara penyumbang investasi asing terbesar di Jawa Tengah tahun 2024, mencapai Rp8,67 triliun.

“Singapura memiliki aset strategis seperti KEK Kendal. Maka pembukaan rute internasional sangat dibutuhkan untuk efisiensi waktu dan biaya investor,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat mengunjungi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani, beberapa waktu lalu.(Dok Humas)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat mengunjungi Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani, beberapa waktu lalu.(Dok Humas)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengonfirmasi bahwa per 25 April 2025, Bandara Ahmad Yani kembali menyandang status sebagai bandara internasional berdasarkan SK Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2025.

Ia berharap bandara ini dapat menjadi pengungkit ekonomi Jateng.

“Tingkatkan daya ungkit perekonomian dan tentu akan mampu menyejahterakan masyarakat di Jateng,” ucapnya.

Sejumlah maskapai seperti AirAsia, Scoot, dan Malindo disebut telah menyatakan minat membuka rute internasional dari Semarang. Pihak Angkasa Pura diminta aktif berkomunikasi dengan maskapai untuk merealisasikan rute tersebut.

Saat ini, instansi pendukung seperti Bea Cukai, Keimigrasian, dan Balai Karantina telah menyiapkan personel. Dunia usaha dan pariwisata juga bersiap menyambut tamu mancanegara.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *