Pemancing Hilang di Pelabuhan Tanjung Emas, Dua Ditemukan Lagi Tewas Tinggal Satu
SEMARANG[BahteraJateng] – Dua dari tiga pemancing yang hilang akibat terhempas badai saat memancing di area dam merah, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, akhirnya ditemukan tim SAR gabungan. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terapung di laut pada Rabu (20/8) sore.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Semarang, Budiono, menyebut korban pertama bernama Pujo Margono (56), warga Gayamsari, Semarang.

Ia ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB, terapung sejauh kurang lebih 9 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian, tepatnya di perairan perbatasan Morosari Demak.
Tak lama berselang, sekitar pukul 15.10 WIB, korban kedua atas nama M. Kiswanto (35), warga Sarirejo, Semarang, ditemukan mengapung sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.

“Korban pertama ditemukan pukul 15.00 WIB dan M. Kiswanto tak lama setelahnya, sekitar pukul 15.10 WIB,” terang Budiono.
Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran laut menggunakan RIB dan perahu karet sejauh 5 kilometer ke arah timur dari lokasi kejadian. Selain itu, penyelaman di area sekitar serta pemantauan udara dengan drone thermal Basarnas juga dikerahkan.
Meski demikian, satu korban atas nama Sumono, warga Kramas, Tembalang, Semarang, hingga Selasa sore belum ditemukan. Operasi pencarian terpaksa dihentikan karena kondisi mulai gelap dan akan dilanjutkan pada Kamis (21/8).
“Untuk besok pencarian dilakukan dengan tiga SRU. Satu SRU akan menyelam di lokasi kejadian, satu SRU melakukan penyisiran ke arah barat, dan satu SRU lagi menyisir ke arah timur,” imbuh Budiono.
Sebelumnya, peristiwa nahas terjadi pada Selasa (19/8) sekitar pukul 11.30 WIB saat badai hujan deras disertai angin kencang menghantam area dam merah utara Pelabuhan Tanjung Emas.
Dari 12 pemancing yang berada di lokasi, tujuh orang berhasil selamat. Lima orang lainnya terseret ombak dan dinyatakan hilang.
“Dari total lima korban, empat sudah ditemukan, dan tinggal satu korban lagi yang masih dalam pencarian. Semoga besok cuaca cerah sehingga tim SAR gabungan bisa segera menemukan korban terakhir,” pungkas Budiono.

