Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1 dan Tanggul Laut Capai 42 Persen
SEMARANG[BahteraJateng] – Proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 (Kaligawe–Sayung) sepanjang 10,634 kilometer terus berjalan dan kini telah mencapai progres fisik sebesar 42,81 persen.
Jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut (giant sea wall) ini dianggarkan sebesar Rp10,9 triliun dan ditargetkan fungsional pada awal 2026.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Khusairi, menyampaikan bahwa tol tersebut tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai solusi jangka panjang penanggulangan rob dan banjir di wilayah pesisir Kota Semarang dan Kabupaten Demak.
“Insya Allah pengerjaan pondasi giant sea wall selesai Desember 2025, dan awal 2026 sudah bisa fungsional,” ujarnya saat meninjau lokasi proyek di Semarang pada Kamis (5/6).
Proyek ini mencakup pembangunan tanggul laut sepanjang 6,73 km serta dua kolam retensi, yakni Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan. Lahan kering yang tercipta dari proyek ini diperkirakan seluas 576,04 hektare.
Dari total anggaran Rp10,9 triliun, pekerjaan dibagi dalam tiga paket. Paket 1A senilai Rp2,02 triliun telah mencapai progres 64,95 persen dengan cakupan pekerjaan peninggian jembatan Kaligawe, jalan layang (elevated freeway), dan slab on pile.

Paket 1B, dengan nilai Rp6,84 triliun, mencakup pembangunan tanggul laut, struktur jalan utama, jembatan Babon dan Sayung, rest area, serta gerbang tol. Progresnya saat ini mencapai 42,29 persen.
Sementara itu, paket 1C senilai Rp2,11 triliun baru mencapai 27,21 persen. Paket ini mencakup pembangunan dua kolam retensi dan rumah pompa, serta saluran pembawa sepanjang 1.500 meter di Sriwulan.
Khusairi menyebutkan bahwa pembangunan jalan tol ini juga menindaklanjuti pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menyatakan proyek tersebut merupakan bagian dari penanganan rob dan banjir dengan pendanaan dari pemerintah pusat.
Gubernur Ahmad Luthfi sebelumnya menyatakan bahwa penanganan rob dan banjir di Sayung dan sekitarnya dilakukan dengan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang. Salah satu program jangka pendek adalah normalisasi sungai melalui pengerukan sedimentasi.
“Langkah-langkah taktis akan terus kita rapatkan, termasuk penanganan abrasi dan pengendalian rob di wilayah pesisir Demak,” kata Luthfi.
Proyek ini ditargetkan selesai dan berfungsi secara penuh pada September 2027. Pemerintah berharap keberadaan Tol Semarang-Demak Seksi 1 dapat mengatasi banjir di wilayah Kaligawe, Genuk, dan Sayung.(sun)

