Pemkot Yogyakarta Tanggung Pemulihan Korban Daycare Little Aresha, 63 Anak Dapat Pendampingan dan Layanan Gratis
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Pemerintah Kota atau Pemkot Yogyakarta terus melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang menjadi korban dugaan kekerasan di daycare Little Aresha.
Selain memastikan anak-anak mendapatkan tempat penitipan yang aman, Pemkot juga menyiapkan layanan psikologis dan kesehatan secara gratis untuk mendukung proses pemulihan mereka.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan seluruh anak yang sebelumnya berada di Little Aresha kini telah dialihkan ke sejumlah daycare formal yang dinilai lebih terkontrol dan memenuhi standar pengasuhan.
“Anak-anak sekarang sudah dimasukkan ke daycare lain yang formal, yang lebih terkontrol dan terkendali. Semuanya sudah terdistribusi,” ujar Hasto saat ditemui di Teras Malioboro 1, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta pada Kamis (18/6).
Menurutnya, Pemkot Yogyakarta juga menggandeng para psikolog untuk memberikan pendampingan jangka panjang kepada para korban. Kerja sama tersebut dilakukan guna memantau kondisi psikologis sekaligus tumbuh kembang anak pascakejadian.
Selain itu, Pemkot telah menjalin koordinasi dengan Rumah Sakit Dr. Sardjito agar layanan kesehatan bagi korban dapat diberikan secara optimal.
“Kami sudah bekerja sama dengan para psikolog dan juga bersurat dengan RS Sardjito agar layanan yang dibutuhkan anak-anak bisa tercover dengan baik,” katanya.
Hasto menegaskan seluruh layanan pemulihan yang saat ini diberikan kepada korban masih ditanggung oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Untuk sementara, pembiayaan telah dialokasikan selama satu bulan.
Pemkot juga telah mengajukan penggunaan dana tak terduga kepada DPRD Kota Yogyakarta agar pendampingan dan layanan kesehatan dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.
“Kami sudah menanggung sementara selama satu bulan. Selanjutnya kami sudah mengajukan penggunaan dana tak terduga kepada DPRD Kota Yogyakarta agar layanan ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Berdasarkan data terakhir, terdapat 63 anak yang telah mendapatkan fasilitas pendampingan dan layanan dari Pemkot. Meski demikian, beberapa keluarga memilih memindahkan anaknya ke daycare di luar Kota Yogyakarta.
“Ada sekitar 63 anak yang sudah tercover. Sebagian ada yang memilih pindah ke tempat lain di luar Kota Yogyakarta, tetapi kalau kembali dan membutuhkan pendampingan, tetap akan kami terima,” kata Hasto.
Terkait kondisi korban, Hasto mengungkapkan sejumlah anak masih menunjukkan gejala yang memerlukan perhatian serius. Beberapa di antaranya diduga mengalami gangguan psikologis yang harus terus dipantau oleh tenaga profesional.
“Menurut saya ada gangguan mental yang cukup serius pada beberapa anak, meskipun tidak semuanya tampak secara langsung akibat daycare. Karena itu perlu pemantauan terus-menerus,” ujarnya.
Selain aspek psikologis, Pemkot juga masih mengevaluasi kemungkinan adanya gangguan pada tumbuh kembang anak yang diduga berkaitan dengan pengalaman mereka selama berada di daycare tersebut.
“Ada juga yang pertumbuhan dan perkembangannya cukup terganggu. Ini masih terus kami evaluasi dan dampingi,” pungkasnya.(day)

