SMKN 1 Bawen
Siswa SMKN 1 Bawen, menunjukkan hasil sayuran hidroponik.(Foto Ist)

Peran Sekolah Kejuruan Wujudkan SDM Unggul melalui Literasi dan Praktik Industri

UNGARAN[BahteraJateng] – Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Hafidz Muksin, melakukan kunjungan kerja ke SMK Negeri 1 Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kunjungan tersebut, Hafidz didampingi Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, beserta tim.


Hafidz menegaskan, SMK memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia usaha maupun industri.

Hal itu selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan.


“Salah satu fondasi penting peningkatan SDM adalah literasi, agar mereka memiliki pengetahuan, daya kritis, analitis, dan kreatif, serta mampu memahami kebutuhan serta peluang dunia usaha dan industri pangan,” kata Hafidz pada Kamis (4/9).

Ia menambahkan, pemerintah terus mengoptimalkan pendidikan vokasi melalui program SMK Pusat Keunggulan. Program ini dirancang agar lulusan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan usaha mandiri yang berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

SMKN 1 Bawen menjadi salah satu sekolah rujukan karena memiliki enam program keahlian, yakni Agribisnis Hasil Pertanian, Agribisnis Produksi Tanaman, Agribisnis Produksi Ternak, Mekanisasi Pertanian, Tata Boga, dan Pariwisata. Sekolah tersebut juga didukung fasilitas praktik yang memadai.

Kepala SMKN 1 Bawen, Nana Mulyana, menuturkan pihaknya mendorong siswa untuk belajar langsung di lahan pertanian, peternakan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Misi besar kami adalah lulusan bukan sibuk mencari pekerjaan, tetapi sibuk mencari karyawan,” ujarnya.

Menurut Nana, minat generasi muda pada pertanian memang menurun. Namun, SMKN 1 Bawen berupaya membangun literasi pangan melalui penyediaan bahan bacaan di perpustakaan, praktik pengelolaan lahan seluas 9,8 hektare, hingga kewirausahaan.

“Hasil praktik siswa mencakup sayuran hidroponik, jagung, ayam petelur, sapi perah, hingga penggemukan kambing yang dipasarkan secara mandiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, menambahkan bahwa peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia juga penting untuk mendukung literasi pangan.

Guru dan siswa SMKN 1 Bawen dijadwalkan mengikuti sosialisasi, pendampingan, dan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *