Perhutani Blora
Perhutani KPH Blora bersama Koramil Kunduran melakukan koordinasi terkait rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di kawasan hutan wilayah RPH Ngawenombo, BKPH Ngawenombo.(Dok. KPH Blora)
|

Perhutani Blora dan Koramil Kunduran Koordinasikan Pembangunan Yonif TP di Kawasan Hutan Ngawenombo

BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora bersama Koramil Kunduran melakukan koordinasi terkait rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di kawasan hutan wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Ngawenombo, BKPH Ngawenombo.

Koordinasi yang berlangsung di Kantor Asper/KBKPH Ngawenombo, Kamis (18/6), dihadiri Wakil Administratur/KSKPH Blora Teguh Yuli Anggoro, Danramil Kunduran Kapten Subeno, serta Asper/KBKPH Ngawenombo. Pertemuan membahas aspek teknis dan administratif pembangunan Yonif TP yang direncanakan menempati kawasan hutan seluas 77,8 hektare.

Wakil Administratur/KSKPH Blora, Teguh Yuli Anggoro, mengatakan Perhutani mendukung program pemerintah terkait pembangunan Yonif TP di Kabupaten Blora. Menurutnya, keberadaan Yonif TP diharapkan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat, baik dari sisi pertahanan negara maupun kontribusinya terhadap pembangunan wilayah dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

“Namun, seluruh tahapan pelaksanaan harus tetap mengacu pada ketentuan dan peraturan yang berlaku berkaitan dengan penggunaan kawasan hutan negara,” ujarnya.

Teguh menambahkan, karena lokasi yang direncanakan berada di kawasan hutan BKPH Ngawenombo, seluruh proses pembangunan harus mengikuti mekanisme dan aturan yang berlaku agar pelaksanaannya berjalan dengan baik.

Sementara itu, Danramil Kunduran, Kapten Subeno, mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang diberikan Perhutani KPH Blora. Ia menilai koordinasi dan komunikasi intensif antarinstansi menjadi kunci keberhasilan program pemerintah yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Menurutnya, pembangunan Yonif TP merupakan program strategis untuk memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

“Dukungan dari Perhutani sebagai pengelola kawasan hutan menjadi bagian penting dalam kelancaran proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Sinergi yang baik ini diharapkan terus terjalin sehingga seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta negara,” kata Kapten Subeno.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *