Diduga akan melakukan tawuran di Jimbaran, Polsek Bandungan Polres Semarang bersama jajaran Koramil Bandungan berhasil mengamankan 12 remaja, Jumat malam (3/1).
|

Polsek Bandungan Amankan 12 Remaja, Diduga Hendak Tawuran di Jimbaran

UNGARAN[BahteraJateng] – Diduga akan melakukan tawuran di Jimbaran, Polsek Bandungan Polres Semarang bersama jajaran Koramil Bandungan berhasil mengamankan 12 remaja, pada Jumat malam, 3 Januari 2025.

Para remaja yang berusia 14-17 tahun ini diduga hendak menyerang salah satu SMP di Desa Jimbaran, Kecamatan Bandungan, setelah sebelumnya menerima tantangan melalui pesan WhatsApp.


Kapolres Semarang, AKBP Ike Yulianto W, menjelaskan bahwa para remaja berasal dari Bawen dan Salatiga. Mereka berkumpul di sekitar Tol Bawen sebelum berangkat ke lokasi menggunakan enam sepeda motor.

“Setibanya di depan SMP Jimbaran menjelang Maghrib, mereka terlihat membawa senjata tajam. Hal ini memicu kemarahan warga setempat yang kemudian mengejar mereka,” ujar AKBP Ike.

Kapolsek Bandungan, Iptu Andy Taufan, menambahkan bahwa kelompok tersebut kabur melintasi sawah dan perkebunan menuju Desa Duren, meninggalkan kendaraan mereka di lokasi.

“Warga Desa Jimbaran segera menghubungi perangkat Desa Duren, Bhabinkamtibmas Brigadir Dhenis Agus Saputro, dan Babinsa untuk membantu pengejaran. Sekitar pukul 20.30 WIB, ke-12 remaja berhasil diamankan oleh warga di Desa Duren dan dibawa ke Mapolsek Bandungan,” terang Iptu Andy Taufan.

Barang bukti yang diamankan meliputi dua senjata tajam jenis celurit dan golok, serta enam sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi. Para remaja kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Semarang untuk proses hukum lebih lanjut.

“Dari pendataan, lima remaja berasal dari Kecamatan Bawen, sementara tujuh lainnya dari Salatiga. Sebagian besar masih berstatus pelajar di SMP dan SMK, sementara beberapa lainnya putus sekolah,” imbuhnya.

Kapolres Semarang mengimbau orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terlibat dalam tindakan berbahaya.

“Kami akan terus memantau dan menindak tegas aksi kenakalan remaja yang mengganggu keamanan,” tegasnya.

Kasus ini menjadi peringatan penting untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari aksi kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *