Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menggelar pementasan wayang kulit di halaman rumahnya di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (16/5).(Dok DPRD Prov Jateng)
Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menggelar pementasan wayang kulit di halaman rumahnya di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (16/5).(Dok DPRD Prov Jateng)
| |

Rutin Gelar Wayang Kulit, Sumanto Dorong Regenerasi Dalang Muda

KARANGANYAR[BahteraJateng] – Suasana malam kembali semarak dengan pementasan wayang kulit di halaman rumah Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, yang berlokasi di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (16/5).

Pentas budaya ini diawali dengan penampilan dalang cilik Gibran Maheswara yang membawakan lakon Kangsa Adu Jago, dilanjutkan dengan lakon utama Pendadaran Siswa Sokalima oleh Ki Anggit Laras Prabowo dan Ki Canggih Tri Atmaja.

Sumanto menegaskan bahwa pementasan ini merupakan bentuk komitmen untuk merawat budaya warisan leluhur.

“Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan. Di dalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan yang luhur,” ungkap Ketua DPRD Jateng dari fraksi PDI Perjuangan tersebut .

Menurutnya, melibatkan dalang cilik dalam pertunjukan bukan sekadar hiburan, melainkan langkah nyata dalam regenerasi pelaku seni wayang.

“Kami ingin anak-anak mengenal dan mencintai budaya sejak dini,” ujar Sumanto.

Pementasan wayang ini digelar secara rutin setiap selapan atau 35 hari sekali, dan selalu mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

“Warga dari berbagai daerah datang menyaksikan. Ini membuktikan bahwa wayang masih dicintai dan relevan,” lanjutnya.

Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menggelar pementasan wayang kulit di halaman rumahnya di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (16/5).(Dok Humas)
Ketua DPRD Jateng, Sumanto, menggelar pementasan wayang kulit di halaman rumahnya di Desa Suruh, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (16/5).(Dok Humas)

Ketua Paguyuban Dalang Karanganyar, Sulardiyanto, mengapresiasi langkah Sumanto yang konsisten memberikan ruang bagi seni tradisional.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Sumanto. Ini menjadi semangat baru bagi para dalang, terutama di tengah gempuran hiburan digital,” ucapnya.

Turut hadir tokoh Keraton Surakarta, KGPH Benowo, yang juga memberikan pujian atas konsistensi Sumanto dalam pelestarian seni budaya.

“Beliau adalah sosok pejabat yang peduli terhadap keberlangsungan seni tradisional, khususnya wayang kulit,” ujarnya.

Gusti Benowo menambahkan bahwa wayang memiliki peran penting dalam membentuk karakter bangsa.

“Pertunjukan ini mengajarkan budi pekerti dan nilai-nilai kehidupan yang tetap relevan di masa kini,” katanya.

Sumanto pun optimistis bahwa edukasi budaya sejak dini akan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.

“Wayang akan terus hidup selama kita merawatnya bersama,” pungkasnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *