Petugas penyelenggara haji dari Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Blora
Petugas penyelenggara haji dari Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Blora, Ibnu (tengah) didampingi petugas ambulans dari RSUD R. Soetijono Blora saat hendak menjemput calhaj asal Blora yang meninggal di bandara Adi Soemarmo Solo.(Foto. BahteraJateng/PI)

Satu Orang Calhaj Asal Blora Meninggal Dunia Dalam Perjalanan ke Tanah Suci

BLORA[BahteraJateng] – Kabar duka datang dari jamaah Calon Haji (Calhaj) Indonesia asal Blora yang tergabung dalam kloter 46 SOC embarkasi Solo meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju tanah suci.

Kabar duka pertama kali diketahui oleh publik setelah Bupati Blora mengunggah kabar tersebut melalui akun media sosial pribadinya pada Jumat (8/5).


Diakun sosmed pribadinya, Bupati Blora, Arif Rohman mengucapkan ikut berbelasungkawa serta mendoa’kan yang terbaik untuk almarhum Calhaj atas nama Sutrisno Agus Widodo (54), Guru matematika MAN Blora, yang tergabung dalam kloter 46 SOC embarkasi Solo serta diberikannya ketabahan dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dihimpun dari berbagai sumber, jamaah calon haji asal Blora yang meninggal dunia sempat dirawat di Medan, dan dinyatakan meninggal pada pukul 11.42 WIB.

Salahsatu petugas penyelenggara haji dari Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Blora, Ibnu, sesaat akan menjemput almarhum di bandara Adi Soemarmo Solo membenarkan informasi tersebut.

“Ini mau berangkat menjemput (almarhum) di bandara Adi Soemarmo Solo. (Calhaj) Asal Seren (Dusun Seren, Desa Sendangwungu, Kecamatan Tunjungan, Blora, Red.). Kabarnya kemarin sempat terjatuh dan sesak nafas. Sudah dulu ya mas, ini sudah ditunggu dan mau berangkat ke bandara,” ujar Ibnu pada BahteraJateng pada Sabtu (9/5).

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji Dan Umroh Provinsi Jawa Tengah, Fitriyanto melalui akun medsos resmi Kemenhaj Provinsi Jawa Tengah mengucapkan belasungkawa dan do’anya.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan memberikan ketabahan serta kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujar Fitriyanto.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *