Target Nasional Terlampaui, Jawa Tengah Siap Jadi Penyangga Pangan Indonesia
SEMARANG[BahteraJateng] â Produktivitas pangan Provinsi Jawa Tengah sepanjang 2025 berhasil melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. Capaian tersebut menjadi fondasi kuat untuk memperkuat swasembada pangan daerah sekaligus meneguhkan peran Jateng sebagai penyangga pangan nasional pada 2026.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah per Desember 2025, produksi padi mencapai 11.377.731 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 9.397.904 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Dengan luas tanam sekitar 2.025.782 hektare dan luas panen 1.673.012 hektare, Jawa Tengah menempati posisi tiga besar kontributor beras nasional.
Produksi jagung Jawa Tengah sepanjang 2025 tercatat sebesar 3.837.758 ton dari luas panen 612.373 hektare, menjadikannya kontributor terbesar kedua secara nasional.

Sementara itu, produksi kedelai mencapai 17.427 ton dari luas panen 8.902 hektare dan menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor terbesar nasional untuk komoditas tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan capaian tersebut menunjukkan peran strategis Jawa Tengah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
âDari target nasional 11 juta ton, Jawa Tengah telah memenuhi sekitar 9 juta ton. Artinya, kontribusi Jawa Tengah terhadap kebutuhan beras nasional mencapai sekitar 17,5 persen,â ujar Ahmad Luthfi di Semarang pada Rabu (31/12).
Ia menegaskan, capaian 2025 menjadi pijakan penting menghadapi tantangan tahun berikutnya. Berdasarkan peta jalan pembangunan daerah, 2026 ditetapkan sebagai tahun swasembada pangan Jawa Tengah.
Untuk mendukung target tersebut, Pemprov Jawa Tengah menggenjot pembangunan infrastruktur pertanian serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Dari total luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, sekitar 1,3 juta hektare merupakan lahan pertanian yang harus dipertahankan.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Jawa TengahâDIY, Sri Muniati, memastikan stok beras aman hingga Juni 2026 dengan jumlah mencapai 339.094 ton. Sepanjang 2025, realisasi pengadaan setara beras mencapai 397.905 ton atau 100,3 persen dari target.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari menambahkan, pihaknya tengah menyiapkan Peraturan Gubernur untuk memperkuat pengelolaan pangan daerah dengan melibatkan BUMD serta penggilingan padi skala kecil.
Dengan produksi yang solid, penguatan regulasi, serta kolaborasi lintas sektor, Jawa Tengah optimistis terus meningkatkan kontribusinya dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (sun)

