Temui Mahasiswa Demo Tuntut Penghentian MBG dan KDKMP, Ini Janji Bupati Kudus
KUDUS[BahteraJateng] – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bergerak menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Kudus, Jawa Tengah pada Jumat (19/6).
Mereka datang beriringan dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di depan kantor bupati, mereka bergantian berorasi. Dengan membawa keranda dan sejumlah spanduk serta mengibarkan bendera organisasi, mereka menyuarakan delapan tuntutan.
Tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat diantaranya mendesak pemerintah menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menjamin kesejahteraan serta perlindungan hak guru Indonesia, mengembalikan arah kebijakan ekonomi Indonesia, serta mendorong Kementerian Keuangan untuk memperluas kebijakan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) melalui evaluasi PMK Nomor 22 Tahun 2026.
Mahasiswa juga mendesak Pemkab Kudus untuk mengembalikan arah pembangunan kesehatan yang berkeadilan bagi masyarakat, melakukan evaluasi pemanfaatan DBHCHT, serta memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kesejahteraan guru, pemberian beasiswa daerah, dan penguatan riset serta inovasi.
Selain itu, Pemkab juga didesak untuk menghentikan pembiaran terhadap aktivitas tambang ilegal dan memastikan pemulihan kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam (SDA).
Sementara kepada DPRD Kudus, mahasiswa mendesak agar seluruh proses kerja legislatif dilakukan secara transparan melalui publikasi media dan siaran langsung (live streaming), termasuk agenda rapat, pembahasan kebijakan, hasil keputusan, serta kinerja DPRD.
Bupati bersama Kapolres, Dandim, Ketua DPRD dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya menemui para mahasiswa. Sambil duduk lesehan di depan pagar kantor Bupati, mereka kemudian berdialog.
Menanggapi tuntutan pengunjuk rasa, Bupati Kudus Samani Intakoris berjanji akan menyampaikan aspirasi dan tuntutan mahasiswa tersebut kepada pemerintah pusat.
“Kami akan segera mengirimkan surat ke pusat agar program MBG dievaluasi,” ucap Samani di hadapan mahasiswa.
Setelah berdialog cukup panas, para mahasiswa meminta para pejabat untuk menandatangani tuntutan yang mereka bawa baik di spanduk berukuran besar maupun kertas. Setelah tuntutan ditandatangani, mereka kemudian membubarkan diri dengan tertib.(day)

