Tia Hendi Berikan Tips Pasar Tradisional Semarang Agar Berdaya Saing
SEMARANG[BahteraJateng] – Pasar tradisional menghadapi tantangan besar, tak hanya menjaga diri dari kesan kumuh, tetapi juga bersaing dengan pasar modern dan e-commerce. Karena itu, pasar tradisional di Kota Semarang dituntut selalu bersih dan nyaman agar pembeli tetap betah berbelanja.
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Krisseptiana, saat menjadi narasumber FGD Peningkatan Kualitas Pengawasan Perda di Kelurahan Wonodri pada Selasa (30/9).
“Pasar yang sehat itu tentu pasar yang bersih dan tetap nyaman untuk bertransaksi, baik bagi pedagang maupun pembeli,” ujar Krisseptiana yang akrab disapa Mbak Tia Hendi.
Politikus PDI-P tersebut menekankan agar pedagang pasar tradisional memperkuat daya saing karena pada prinsipnya mereka juga bagian dari UMKM.
“Pedagang perlu difasilitasi, baik lewat digitalisasi, peningkatan kualitas produk, maupun penguatan koperasi atau paguyuban pasar. Sinergi dengan pemerintah daerah mutlak diperlukan agar pedagang tradisional tetap hidup dan berdaya saing,” tandasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Aniceto Da Silva, menambahkan bahwa pada 2026 mendatang pemerintah akan melakukan penataan pasar.
Ia menegaskan, penataan ini bukan berarti menggusur pedagang, tetapi untuk memperbaiki tata kelola agar pasar tidak lagi terkesan kumuh.
“Penataan pasar akan dilakukan di Pasar Bulu dan Pasar Peterongan. Harapannya setelah ditata, pembeli lebih nyaman berbelanja dan pedagang juga merasakan dampak positifnya,” jelas Aniceto.
Menurutnya, penataan akan mencakup perbaikan bangunan dan pengaturan akses agar lalu lintas lebih lancar.
“Kalau sekarang masih banyak pedagang menjual sayur layu atau ikan kurang segar, salah satunya karena sirkulasi udara pasar belum optimal. Dengan penataan, kondisi ini bisa diperbaiki,” pungkasnya.

