UNDIP Apresiasi Semangat Kolaborasi 100 Hari Kerja Luthfi-Yasin
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang mengapresiasi semangat kolaborasi yang ditunjukkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin (Luthfi-Yasin) dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka.
Apresiasi ini disampaikan dalam Diskusi Publik Evaluasi Kinerja Gubernur Jawa Tengah di Ruang Sidang Senat FISIP UNDIP pada Senin (2/6).
Wakil Rektor IV UNDIP, Wijayanto, menilai bahwa meski 100 hari merupakan waktu singkat, spirit kolaborasi yang ditunjukkan keduanya telah menghasilkan capaian nyata. Salah satu langkah strategis adalah menggandeng 44 perguruan tinggi untuk mengatasi berbagai persoalan di Jawa Tengah.
“Satu hal menonjol adalah semangat kolaborasi. Ini menjadi awal yang baik,” ujarnya.
Wijayanto juga mengapresiasi kerja sama UNDIP dengan Pemprov Jateng dalam pengembangan teknologi desalinasi untuk mengatasi krisis air bersih dan rob di wilayah pesisir.
Ia menambahkan, gaya komunikasi Gubernur Luthfi yang mengusung slogan “Ngopeni Nglakoni” memiliki makna kuat. Namun, komunikasi publik perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami arah kebijakan dan capaian pemerintah secara lebih luas.
Dekan FISIP UNDIP, Teguh Yuwono, menyoroti pentingnya memperkuat kolaborasi Pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. Ia mendorong Gubernur Luthfi untuk lebih aktif memanfaatkan media di era digital.
Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli, menyampaikan bahwa dari 136 program kampanye, 38 program (28 persen) telah terlaksana, 73 program (54 persen) dianggarkan tahun 2025, dan sisanya akan dijalankan pada 2026.
Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Jateng yang stabil di angka 4,96 persen, lebih baik dibandingkan Jatim dan Jabar yang mengalami penurunan.
Selain itu, kebijakan seperti koperasi buruh, tarif Trans Jateng Rp1.000, dan day care di kawasan industri dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat.
Strategi pemerintah daerah ke depan disebut akan bersifat tematik, misalnya dengan fokus pada pertanian, UMKM, pariwisata, dan desa.
Ia menegaskan pentingnya intervensi berbasis data dan kolaborasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menjamin kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam menangani kemiskinan ekstrem pada desil 1 dan 2.
Sementara itu, Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menyatakan dukungan penuh terhadap Pemprov Jateng melalui penyediaan data berkualitas untuk perencanaan dan evaluasi kebijakan.
Salah satu isu yang disoroti adalah alih fungsi lahan pertanian dan tingginya jumlah petani gurem berusia lanjut.
“Hal ini menjadi tantangan besar bagi Pemprov untuk menarik generasi muda agar kembali mencintai sektor pertanian melalui pendekatan berbasis riset dan inovasi perguruan tinggi,” tandasnya.(sun)

