Warga Soroti Jalan Licin di Tikungan Pierre Tendean, Kecelakaan Disebut Sering Terjadi
SEMARANG[BahteraJateng] — Kondisi jalan di tikungan Jalan Taman Pierre Tendean, Kota Semarang, menjadi sorotan warga setelah seorang pengendara mengalami kecelakaan, sepeda motor yang dikendarainya tergelincir hingga masuk ke kolong Bus Trans Semarang pada Kamis (27/8) sore.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 16.20 WIB. Pengendara sepeda motor matic berwarna abu-abu dengan nomor polisi AA 3747 BT itu diduga tergelincir saat melintasi tikungan yang kondisi jalannya licin.
Seorang saksi mata, Galih, mengatakan kecelakaan serupa disebut cukup sering terjadi di tikungan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi jalan yang licin diduga menjadi salah satu faktor pemicu pengendara kehilangan kendali.
“Kecelakaan di tikungan sering banget, mungkin karena jalan licin. Apakah karena tumpahan oli atau solar, atau proyek kita kurang tahu,” kata Galih.
Menurutnya, kecelakaan terjadi ketika korban melaju dari sisi kiri jalan. Saat memasuki tikungan, korban tiba-tiba tergelincir dan terjatuh ke arah kanan, tepat ketika Bus Trans Semarang Koridor I Mangkang-Penggaron melaju dari belakang.
“Saat masuk tikungan, mbake jatuh karena tergelincir dan jatuh ke kanan masuk ke kolong bus,” ujarnya.
Galih bersama warga lain yang berada di sekitar lokasi kemudian berteriak meminta sopir bus menghentikan kendaraannya. Bus pun berhenti dan korban segera dievakuasi dari kolong.
“Saya lihat saat jatuh, saya teriaki, ‘woi ada yang jatuh’, agar bus berhenti,” tuturnya.
Korban yang diperkirakan berusia sekitar 30 tahun tersebut kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Galih menilai kondisi jalan di tikungan tersebut perlu mendapat perhatian, terlebih terdapat pengerjaan proyek di kawasan Jalan Pierre Tendean. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti material yang menyebabkan jalan menjadi licin.
“Padahal kecepatan kendaraan juga tidak terlalu cepat karena tikungan juga,” imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan operator BRT Trans Semarang Koridor I Mangkang-Penggaron, Hadi Fajar, memastikan armada yang terlibat tidak menabrak pengendara sebelum korban masuk ke kolong bus.
“Dari pengakuan sopir tadi korban jatuh dan masuk kolong, bukan armada kami yang menabrak,” kata Hadi.
Hadi mengatakan korban masih dalam kondisi sadar setelah kejadian. Pihak operator juga menyatakan siap bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan korban.
“Korban masih sadar, untuk yang luka apa kami juga belum tahu, intinya jangan saling menyalahkan karena dari kami akan bertanggung jawab,” tegasnya.
Untuk memastikan kronologi kecelakaan, Hadi menyebut kamera CCTV yang terpasang di dalam armada dalam kondisi aktif. Rekaman tersebut nantinya dapat digunakan untuk melihat apakah terjadi benturan antara bus dan sepeda motor.
“CCTV armada kami juga nyala, nanti bisa kita lihat apakah kita nabrak atau tidak. Tapi dari keterangan saksi dan pramudi kami, kita tidak nabrak,” pungkasnya.
Pascakejadian, petugas pemadam kebakaran terlihat melakukan penyemprotan dan pembersihan badan jalan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk membersihkan permukaan jalan dan mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa.


