Zainal Petir Sayangkan Ada Oknum TNI Ikut Intimidasi Pedagang PKL KIW
SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua LBH Petir Jawa Tengah Zainal Abidin, menyayangkan adanya oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ikut melakukan Intimidasi terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) Kawasan Industri Wijaya Kusuma, untuk tidak berjualan di kawasan tersebut.
“Pedagang itu hanya berjualan selama dua jam di Kawasan Industri Wijaya Kusuma, tapi kok dilarang berjualan, ada Intimidasi untuk tidak berjualan. Ada juga anggota TNI yang ikut melakukan Intimidasi,” ujar Zainal Petir, saat mendampingi para pedagang PKL KIW melakukan audiensi di hadapan wakil rakyat di DPRD kota Semarang dan Wali Kota Semarang, Rabu (5/3).
Seperti diketahui, puluhan pedagang PKL di Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) Kota Semarang mengeluhkan larangan berjualan di sekitar area kawasan yang selama ini menjadi lokasi dagang mereka.
Mereka melakukan aksi demo ke balaikota untuk menemui anggota DPRD Kota Semarang dan Wali Kota Semarang pada Rabu (5/2).
Para pedagang yang sudah berjualan selama lebih dari 15 tahun itu merasa diintimidasi dan dihalang-halangi saat mencari nafkah.
“Kami hanya berjualan kuliner dan makanan ringan dengan sistem fleksibel. Biasanya, kami datang saat jam istirahat karyawan atau saat ada pekerja lembur,” ujar Wagimin, perwakilan pedagang kepada awak media.
Ia mengatakan bahwa mereka tidak mendirikan bangunan permanen. Ada yang gerobak dorong, dipikul dan menggunakan sepeda motor sebagai sarana berjualan.
“Kami hanya berjualan sebentar, mengikuti waktu istirahat karyawan. Kalau ada yang lembur malam, kami juga datang. Kami tidak mengganggu, tidak mendirikan bangunan, hanya singgah sebentar,” tuturnya.(sun)


