| | |

Ditintelkam Polda Jateng Gelar Sarasehan untuk Mengurai Permasalahan Petani Tembakau

SEMARANG[BahteraJateng] – Ditintelkam Polda Jateng bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah, menggelar sarasehan dengan tema “Mengurai Permasalahan yang Dialami Petani Tembakau, APTI Jateng bersama Pemerintah Guna Mendukung Pilkada Jateng 2024 yang Aman dan Kondusif”, bertempat di Hall Astina Hotel Grasia Kota Semarang, Selasa (1/10/2024).

Hadir sebagai narasumber Plt Kepala Disperindag Provinsi Jateng, Ir. Sakina Rosellasari, Bayu Sasongko dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distabun) Provinsi Jawa Tengah, dan Iskandar perwakilan dari PT Djarum.


Kasubdit Ekonomi AKBP Mashudi, SH mewakili Direktur Intelkam Polda Jateng, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran petani tembakau dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Jawa Tengah. “Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat lebih memahami bagaimana mendukung stabilitas Kamtibmas,” ujarnya.

Ditambahkan bahwa di tahun ini, produksi tembakau di Jawa Tengah cukup baik. Dibudidayakan di lahan seluas 50.000 hektar, tersebar di berbagai wilayah. “Diharapkan hasil panen dapat terserap oleh industri rokok. Namun di sisi lain, ada permasalahan yang timbul setiap tahun. Yaitu soal kenaikan cukai rokok, yang berimbas pada penurunan daya beli masyarakat,” imbuhnya.

Kasubdit juga mengingatkan, bahwa petani harus bekerja sama dengan pemerintah dalam menyikapi tantangan yang dihadapi. Terutama dengan adanya Rencana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang kesehatan yang mungkin akan menambah beban petani.

“Sinergi yang baik antara petani, pemerintah, dan perusahaan rokok, kami harapkan permasalahan dapat diminimalisir dan kesejahteraan masyarakat, terutama petani, bisa tercapai. Terkait pemeliharaan Kamtibmas, partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 yang aman dan kondusif,” katanya.

Ir. Sakina Rosellasari, Plt Kepala Disperindag Jawa Tengah, melaporkan bahwa saat ini terdapat 450 perusahaan rokok legal di wilayah tersebut, dengan PT Djarum menjadi perusahaan terbesar yang mempekerjakan sekitar 65 ribu tenaga kerja.

“Disperindag menyoroti permasalahan mengenai maraknya rokok ilegal sehingga penting untuk memerangi rokok ilegal, karena cukai rokok berperan besar sebagai sumber pendapatan negara. Disperindag juga mencatat adanya 450 perusahaan yang telah mengajukan izin operasional dan pengembangan,” terangnya.

Kontribusi industri hasil tembakau di Jawa Tengah adalah nomor dua setelah industri makanan dan minuman. “Industri hasil tembakau sangat berkontribusi ke Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang mana itu meningkatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” ujarnya.

Bayu Sasongko dari Distabun Jateng, menyampaikan mengenai permasalahan petani tembakau, yaitu harga tembakau dimana para petani tembakau sebetulnya tidak tahu harga tembakau karena yang tahu harganya adalah industri rokok.

“Untuk itu perlu pelaku industri perlu menyampaikan harga rokok kepada petani,” ujarnya.

Bayu menambahkan, salah satu yang mengakibatkan perubahan harga tembakau tahun ini dikarenakan perubahan cuaca, virus dan juga dikarenakan penurunan pembelian konsumen.

Sementara itu, perwakilan PT Djarum, Iskandar, menyampaikan jika membicarakan tentang industri rokok tidak akan pernah selesai, karena di satu sisi dimusuhi tapi di sisi lain industri rokok dibutuhkan.

Dia menambahkan, selama 9 tahun terakhir, terjadi penurunan secara bertahap dalam produksi tembakau sebesar 5 hingga 8 persen. Pada tahun 2023, total produksi hanya mencapai sekitar 380 miliar batang.

“Industri rokok sebagai industri hilir dalam 9 tahun terakhir mengalami penurunan lima hingga delapan persen setiap tahun. Pada tahun 2023 produksi rokok hanya 380 miliar batang,” ujarnya.

Saat ini, menurutnya industri rokok mengalami perubahan komposisi dari jenis rokok yang berpengaruh akan kebutuhan tembakau dan kelas rokok yang mana berpengaruh pada kualitas tembakau.

Sarasehan ini diikuti pengurus APTI Kab/Kota se Jateng, Kepala Dinas Perindustrian Kab/Kota se Jateng, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se Jateng.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *