Koreksi Ketegangan Mata untuk Tingkatkan Kualitas Hidup
JAKARTA [BahteraJateng]- Keseharian menggunakan gawai atau beraktivitas di depan layar monitor mempengaruhi kesehatan mata.
Pendiri SILC Lasik Center, Dokter Sophia Pujiastuti, SpM(K), MM mengatakan, kondisi mata tegang akibat kelainan refraksi sebenarnya bisa dihilangkan.

“Tapi kenali dulu penyebab dan gejalanya,” kata dia, Jakarta, Kamis (5/12).
Dia menerangkan, ketegangan mata terkadang bukan hanya berdampak pada penglihatan buram, melainkan juga rasa tegang di bagian otot leher dan otot bahu. Alhasil, kemudian menyebabkan sakit kepala.

“Area sekitar mata juga terasa berat dan tidak nyaman, seperti terasa kaku dan tertekan. Sedangkan mata lelah, efeknya tidak sampai sakit kepala. Biasanya mata akan terasa tidak enak saja,” kata dia.
Penyebab mata tegang dan mata lelah bisa sama. Gejala muncul seperti penglihatan buram juga bersifat sementara. Pada mata tegang, level sakit kepala muncul bisa berbeda-beda pada tiap pasien.
“Sangat subjektif, karena tergantung dari penyebab,” kata Dokter Sophia, sangat berpengalaman dalam melakukan laser vision correction.
Penyebab mata tegang meliputi kelainan refraksi, digital eye strain, terus fokus pada pekerjaan detail, pencahayaan kurang dan mata kering.
“Kalau mata sering tidak nyaman hingga menyebabkan sakit kepala tapi belum mau atau belum sempat memeriksakan diri ke dokter. Pasien bisa menghilangkan berbagai penyebab mata tegang terlebih dahulu,” ujar dia.
Dia mengungkapkan, laser vision correction merupakan suatu kebutuhan. Ketika individu mengalami kelainan refraksi, sementara aktivitas fisik terbilang tinggi muncul kebutuhan akan laser vision correction.
“Anda sering sakit kepala, sedangkan pekerjaan di depan komputer sangat padat. Di sisi lain, Anda senang melakukan kegiatan outdoor untuk menghilangkan penat. Entah olahraga, entah hiking. Hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa Anda membutuhkan laser vision correction,” ujar dia.
Hanya saja, Dokter Sophia mengamati, banyak orang masih ragu menjalani bedah laser mata karena dua hal. Meliputi takut komplikasi dan takut akan biaya tinggi.
Selain itu, terkadang laser vision correction diperlukan karena adanya indikasi medis. Di satu sisi, masih banyak orang Indonesia tidak pernah mengetahui tentang laser vision correction.
Saat ini ada tiga metode digunakan di dunia, yaitu surface treatment, LASIK, dan lenticule extraction.
Pasien menjalani pemeriksaan komprehensif untuk menentukan pemeriksaan tepat. Pasien akan mendapatkan penjelasan langsung dari dokter bedah metode tertentu lebih tepat.
Meski berbeda, ketiga metode bedah laser tersebut menawarkan hasil operasi sama dan keamanan serupa.
“Ketiganya menggunakan teknologi laser canggih. Sesudah menjalani bedah laser, pasien-pasiennya seolah mendapatkan mata baru, sehingga tingkat percaya dirinya melesat dan mendapatkan semangat baru juga untuk menjalani hidup,” kata dia.

