Libur Nataru, Direktur Semarang Zoo: Moment Belanja Masalah untuk EvaluasiĀ
SEMARANG[BahteraJateng]ā Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi momentum bagi Semarang Zoo untuk mengevaluasi pelayanan dan fasilitasnya melalui kritik dan saran dari pengunjung.
Salah satu pengunjung, Ali dari Kabupaten Demak, mengungkapkan kesulitannya menemukan lokasi Semarang Zoo dan rute di dalam kawasan kebun binatang tersebut. “Tidak ada petunjuk jalan dan pintu gerbang pun kurang jelas,” katanya.
Namun, pendapat berbeda disampaikan Siti, warga Grobogan, yang menilai lokasi Semarang Zoo strategis dan mudah diakses. “Tempatnya bagus, dekat dengan tol, jadi mudah dicari,” ujarnya.
Ali, warga Kudus yang terakhir berkunjung pada 2015, mengapresiasi perubahan signifikan di Semarang Zoo. Meski demikian, ia menyarankan perbaikan akses di dalam kawasan yang sebagian becek akibat musim hujan, serta penambahan koleksi satwa.
“Kalau bisa, gajah tidak hanya tiga, tapi lebih banyak, termasuk anakannya,” ungkapnya.
Pengunjung lain, Kholid dari Semarang, berharap adanya tambahan koleksi satwa dan petugas yang tersedia di setiap sudut lokasi. “Agar pengunjung bisa lebih nyaman dan mendapat informasi dengan mudah,” tuturnya.
Menanggapi masukan tersebut, Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa Semarang Zoo terus berbenah sesuai standar lembaga konservasi, edukasi, dan rekreasi.
Ia menekankan bahwa kebutuhan utama adalah menciptakan lingkungan seperti habitat asli satwa. “Contohnya, gajah membutuhkan minimal 1.500 meter persegi untuk satu ekor. Dengan tiga gajah, totalnya 4.500 meter persegi,” jelasnya.
Bimo mengakui bahwa pengembangan fasilitas memerlukan anggaran besar. “Setidaknya Rp10 miliar per hektar. Dengan luas 9 hektar, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp96-100 miliar,” paparnya.
Untuk itu, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang, BKSDA, dan Kementerian Kehutanan untuk merealisasikan rencana lima tahun ke depan.
Visi Semarang Zoo adalah menjadi lembaga tipe A yang tidak hanya fokus pada rekreasi, tetapi juga mendukung konservasi flora dan fauna serta edukasi masyarakat.
“Kami berharap Semarang Zoo bisa menjadi destinasi wisata yang lebih baik dan berstandar tinggi,” pungkas Bimo.
Melalui kritik dan saran dari pengunjung, Semarang Zoo terus memperbaiki diri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus melestarikan keanekaragaman hayati.(sun)

