Evaluasi Keberhasilan Penerapan IPAL Beserta SOP di Aula Kelurahan Pringrejo Pekalongan, Senin (6/1).
| |

Pelaku Usaha Batik di Pekalongan Didorong Terapkan Industri Hijau dengan Penambahan IPAL

PEKALONGAN[BahteraJateng] – Sebanyak 20 industri kecil menengah (IKM) batik di Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, kini dapat memanfaatkan tiga unit instalasi pengolahan air limbah (IPAL) baru. Infrastruktur ini dibangun melalui kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dengan Universitas Pekalongan (Unikal).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan, Sri Budi Santoso, menyatakan bahwa IPAL baru ini meningkatkan kapasitas pengolahan limbah batik di wilayah tersebut. Saat ini, Pekalongan memiliki empat IPAL komunal yang berlokasi di Kelurahan Kauman, Banyurip, Jenggot, dan Pringrejo. Namun, keempat IPAL ini hanya mampu menangani 27-30 persen dari total limbah batik yang dihasilkan.


“Dengan tambahan IPAL ini, kapasitas pengolahan limbah batik di Pringrejo meningkat. Kami berharap para pelaku usaha memanfaatkan IPAL ini secara maksimal,” ujar Sri dalam acara Evaluasi Keberhasilan Penerapan IPAL Beserta SOP di Aula Kelurahan Pringrejo, pada Senin, 6 Januari 2025.

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Betty Dahfiani Dahlan, menambahkan bahwa dari 400 IKM di Pringrejo, 109 di antaranya bergerak di sektor batik. Ia mendorong para pelaku usaha memanfaatkan IPAL untuk mengelola limbah mereka agar dapat memperoleh sertifikat hijau.


Ketua Tim Dana Padanan Unikal, Rizki Lestari, menjelaskan bahwa tiga IPAL baru ini terdiri atas satu unit IPAL komunal berkapasitas 60.000 liter untuk 18 IKM dan dua unit IPAL mandiri untuk dua IKM lainnya. Proyek ini didanai oleh hibah dari Program Dana Padanan Unikal tahun 2024.

Unikal juga memperkenalkan prosedur standar operasi (SOP) industri hijau untuk pengelolaan alat, efisiensi penggunaan air dan energi, serta pengelolaan limbah. “Kami berharap IPAL ini menjadi percontohan bagi IKM batik lain untuk menerapkan standar industri hijau,” ujar Rizki.

Dengan penambahan IPAL ini, Kota Pekalongan menunjukkan komitmen dalam menjaga lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing industri batik lokal di pasar global.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *