Atap dua ruang kelas X di SMA Negeri 6 Kota Semarang ambrol pada Kamis (30/1).
| |

Atap Dua Ruang Kelas SMA Negeri 6 Semarang Ambrol, Diduga Akibat Hujan Deras

SEMARANG [BahteraJateng]- Atap dua ruang kelas X di SMA Negeri 6 Kota Semarang ambrol pada Kamis (30/1), diduga akibat tingginya curah hujan melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan sekolah saat pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.


Plt Kepala SMA Negeri 6 Kota Semarang, Dian Milasari menjelaskan, insiden ini terjadi setelah beberapa hari libur keagamaan dan cuti bersama. Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa karena siswa belum datang ke sekolah saat kejadian.

“Ini kan memang bagian dari musibah ya. Kita tidak mengelak, karena Semarang akhir-akhir ini ada hujan lebat. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya eternit (atap) saja yang ambrol dan diketahui pagi tadi oleh petugas kebersihan saat bersih-bersih kelas,” ungkap Dian Milasari di kantornya, Jalan Ronggolawe, Kota Semarang, Kamis (30/1).


Meski mengalami kerusakan, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memindahkan siswa ke ruang laboratorium dan ruang multimedia. Selain itu, pihak sekolah juga telah melakukan upaya pengamanan dengan mengecek kondisi seluruh kelas untuk memastikan keamanan lingkungan sekolah.

“Prioritas utama kami adalah memastikan KBM tetap berjalan lancar. Selain itu, kami juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi bangunan lainnya agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga sudah melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait untuk langkah selanjutnya,” tambahnya.

Bangunan dari Dana Alokasi Khusus 2022

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMA Negeri 6 Semarang, Ninik S., menyebutkan bahwa gedung yang mengalami kerusakan dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pendidikan pada tahun 2022.

“Untuk gedung yang plafonnya rusak berat ini adalah bantuan dari DAK tahun 2022. Namun, untuk detail anggarannya kami tidak tahu,” jelasnya.

Saat ini, pihak sekolah masih menunggu tindak lanjut dari dinas terkait guna melakukan perbaikan. Kejadian ini menjadi perhatian mengingat bangunan tersebut masih terbilang baru, sehingga perlu evaluasi lebih lanjut terkait kualitas konstruksi dan daya tahannya terhadap cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *