|

Unwahas Gelar Peringatan Nuzulul Quran dan Berbagi Santunan dengan Anak Yatim

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menggelar peringatan Nuzulul Quran pada Sabtu (22/03) sore di Masjid Nurul Ulum, Kampus Sampangan. Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim sekaligus Ketua Baznas RI, Rektor Unwahas, Wakil Rektor, serta seluruh civitas akademika Unwahas.

Selain memperingati turunnya Al-Quran, kegiatan ini juga menjadi momentum berbagi dengan memberikan santunan kepada anak yatim di lingkungan Unwahas.


Ketua Umum Yayasan Wahid Hasyim, Prof. Noor Achmad, secara langsung menyerahkan santunan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Menguatkan Iman Melalui Al-Quran


Ketua Takmir Masjid Nurul Ulum sekaligus Ketua Panitia, Ibrahim Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini mengangkat tema Kedahsyatan Al-Quran untuk Keberhasilan Hidup.

“Kami ingin mengajak seluruh civitas akademika untuk kembali menguatkan iman dengan membaca dan memahami Al-Quran sebagai pedoman utama dalam meraih kesuksesan,” ungkapnya.

Peringatan Nuzulul Quran ini merupakan agenda tahunan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Ramadhan 1446 H di Unwahas. Selain kegiatan utama ini, Unwahas juga telah menyelenggarakan berbagai acara lainnya yang berkolaborasi dengan Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim, Aswaja Center Unwahas, dan Baznas RI.

Unwahas Menuju World Class University

Rektor Unwahas, Prof. Mudzakkir Ali, menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai peringatan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang pembinaan dan silaturahmi bagi para dosen dan tenaga kependidikan.

“Agenda ini menjadi pemupuk semangat untuk terus berbenah dalam menyongsong Unwahas sebagai World Class University,” ujarnya.

Unwahas telah menunjukkan perkembangan pesat dalam berbagai aspek akademik dan kelembagaan. Saat ini, universitas tersebut tengah fokus menuju status World Class University dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai agenda internasional.

“Baru-baru ini, kami sukses menggelar Kolokium Internasional yang menghadirkan pembicara lintas agama dari berbagai negara. Ini menjadi langkah konkret dalam memperluas wawasan akademik dan memperkuat jejaring internasional,” tambahnya.

Meneladani Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam tausiah yang disampaikan, Prof. Noor Achmad, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Al-Quran mengajarkan banyak kisah perjuangan para Nabi dalam menyebarkan agama Allah. Dari kitab suci ini, kita dapat mengambil pelajaran berharga untuk meneladani nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Quran adalah sumber ilmu dan tuntunan hidup.

“Mari niatkan setiap pekerjaan dan kegiatan kita sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, kita hanya mengharapkan ridho-Nya baik di dunia maupun di akhirat,” pungkasnya.

Peringatan Nuzulul Quran di Unwahas menjadi momen refleksi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan pemahaman dan pengamalan Al-Quran.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat dalam menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik maupun sosial.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *