|

GMNI Geruduk KPK, Minta Usut Tuntas Kasus Blok Medan dan Adili Keluarga Jokowi

JAKARTA[BahteraJateng] – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan kembali menggelar  aksi demonstrasi di depan gedung KPK Kawasan Kuningan dengan membawa lima tuntutan, Kamis (17/7).

Mereka memulai aksinya pada siang hari, seperti dilansir gelora.co dan berorasi bergantian serta membentangkan spanduk yang bertuliskan Adili Keluarga Jokowi dan Kroni, #Usut Tuntas Blok Medan.


Salah satu perwakilan mahasiswa GMNI Jakarta Selatan menyampaikan bahwa Aksi ini merupakan bentuk perlawanan terhadap praktik korupsi, penyelundupan dan ketidakadilan yang dilakukan oleh elit politik dan penguasa.

Dalam aksinya mereka membawa lima tuntutan besar yaitu pertama Mendesak KPK untuk segera memeriksa dan menangkap Boby Nasution serta Kahiyang Ayu yang diduga terlibat dalam kasus tambang Blok Medan.


Berikutnya GMNI Jakarta Selatan juga meminta KPK harus bertindak tegas terhadap Gibran dan Kaesang atas dugaan penyelundupan ilegal nikel melalui perusahaan GK Hebat, sebagaimana dilaporkan oleh Ubeddilah Badrun dkk.

Ketiga, KPK harus berani memeriksa dan menangkap Jokowi serta kroninya* yang dianggap sebagai sumber masalah besar di Indonesia, termasuk dalam kebijakan yang merugikan rakyat.

Terakhir Adili Jokowi dan makzulkan Gibran dari jabatan publik atas dugaan pelanggaran hukum dan etik.

GMNI Jakarta Selatan menegaskan bahwa mahasiswa dan rakyat tidak akan tinggal diam melihat ketimpangan dan kejahatan yang dilakukan oleh para pemimpin.

“Kami mendesak aparat penegak hukum, terutama KPK, untuk mengambil tindakan nyata tanpa tebang pilih,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa GMNI jakarta Selatan dari Unas, seperti dilansir orinews.id, Kamis (17/7).

Mahasiswa GMNI juga melihat Aksi ini merupakan bagian dari gerakan moral untuk menyelamatkan Indonesia dari cengkeraman oligarki dan mafia tambang.

“Kami akan terus bergerak hingga keadilan ditegakkan!” pungkas Orator dalam aksi tersebut

Salah satu tuntutan mereka, yakni kasus dugaan ekspor illegal biji nikel ke Cina sebanyak 5,3 juta ton (2021-2022) pernah ramai diprotes dan KPK didesak menuntaskannya. Namun hingga kini kasus tersebut sirna ditelan hantu.

Padahal, menurut seorang menteri senior (Menko Luhut Binsar Panjaitan) pernah mengatakan,  tak susah untuk menelusuri kasus penyelundupan 5 juta ton nikel bijih nikel ke China.

“Itu tidak susah menelusuri sumbernya dari mana, siapa yang menerima, siapa yang mengirim, kapalnya apa dan berangkat dari mana. Kita bisa trace. Sekarang dengan digitalisasi tidak ada yang tidak bisa di-trace,” kata Luhut seperti dilansir detik.com, Selasa, 18/7/2023 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *