XLSMART Kumpulkan 500 Bos Perusahaan Pemanfaatan AI
SEMARANG [BahteraJateng] – XLSMART kumpulkan 500 pimpinan perusahaan untuk membahas pemanfaatan kecerdasan buatan serta keamanan siber dalam forum BRAVO 500 SUMMIT.
Direktur & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono mengungkapkan, transformasi digital pesat melalui teknologi seperti AI, IoT, cloud.

“Cybersecurity merupakan hal tak terhindarkan di berbagai industri di dunia termasuk di Indonesia karena telah mengubah cara bisnis,” kata dia, Jumat 25 Juli 2025.
Dia melanjutkan, BRAVO 500 SUMMIT merupakan langkah nyata XLSMART memperkuat peran sebagai mitra teknologi bagi dunia usaha dengan memperluas kolaborasi lintas sektor.

Selain itu, mendorong adopsi teknologi di industri, dan berkontribusi langsung dalam percepatan transformasi digital Indonesia.
Sekitar 500 perusahaan menjadi peserta dalam forum ini. Sekitar 1.500 pimpinan level atas berbagai perusahaan/industri serta lebih dari 30 pembicara ahli di bidang dari berbagai sektor industri, baik swasta ataupun pemerintah.
Andrijanto percaya, transformasi digital tidak bisa hanya mengandalkan teknologi semata. Langkah ini kolaborasi lintas sektor, budaya yang memberdayakan (empowering culture). Selain itu, semangat kebersamaan untuk menjawab tantangan ekonomi digital semakin kompleks.
“Di forum ini, kita akan saling Connect, Educate, Elevate, dengan semangat Solusi untuk Korporasi, Solusi untuk Negeri,” kata dia.
Dengan spirit “Bersama, Melaju Tanpa Batas”, BRAVO 500 SUMMIT menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi digital Indonesia menuju masa depan lebih baik dan kompetitif. Acara ini terselenggara di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta (24/7).
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid mengungkapkan, pemerintah menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya BRAVO 500 SUMMIT sebagai forum strategis mendorong pemanfaatan AI secara bertanggung jawab.
“Forum ini tidak hanya menghadirkan diskursus strategis lintas sektor, tetapi juga menjadi bagian penting dari penyusunan kerangka kolaborasi menuju AI Alignment yang relevan bagi Indonesia,” kata dia.
Meutya menambahkan melalui Peta Jalan Nasional AI saat ini sedang tahap penyusunN, Indonesia menekankan tiga prinsip utama. Meliputi inklusivitas, kedaulatan data, dan kebermanfaatan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah menargetkan pembangunan ekosistem AI nasional tidak hanya mendorong efisiensi bisnis. Selain itu, juga memperluas akses dan literasi digital terutama bagi kelompok perempuan dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
“Melalui kolaborasi seperti ini, kita dapat memastikan AI bukan hanya milik mereka yang memiliki sumber daya paling besar, melainkan menjadi sarana untuk membuka peluang baru adil dan merata bagi seluruh rakyat,” kata dia.

