Hujan badai melanda perairan Tanjung Emas
Dua pemancing di area dam merah ditemukan tewas, akibat diterjang hujan badai yang melanda perairan utara Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Selasa (19/8).(Foto Ist)
|

Badai Terjang Perairan Tanjung Emas, Dua Pemancing Tewas dan Tiga Hilang

SEMARANG[BahteraJateng] – Badai berupa angin kencang disertai hujan deras melanda perairan utara Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang pada Selasa (19/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa itu mengakibatkan 12 pemancing yang tengah berada di area dam merah, pintu masuk kapal ke pelabuhan, terhempas badai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan pemancing berangkat sejak pukul 07.00 WIB dengan perahu milik Singgih, warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang.


Mereka menuju dam merah yang memang kerap dijadikan lokasi memancing. Di lokasi, terdapat total 12 pemancing. Usai mengantar, Singgih kembali ke dermaga.

Sekitar pukul 10.30 WIB cuaca mulai memburuk, angin bertiup kencang dan hujan turun deras. Mengetahui hal tersebut, Singgih berinisiatif menjemput para pemancing.


Namun saat tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB, ia hanya menemukan tujuh orang selamat. Lima pemancing lainnya hilang terseret badai.

Karena gelombang tinggi dan angin kencang, Singgih bersama para korban selamat tidak berani melakukan pencarian dan menunggu hingga cuaca mereda. Pencarian baru bisa dilakukan bersama nelayan setempat pada pukul 14.00 WIB.

Hingga pukul 16.00 WIB, warga menemukan dua jenazah yang teridentifikasi bernama Bagus dan satu jenazah lain belum diketahui identitasnya. Situasi yang semakin petang dan cuaca kembali memburuk membuat warga menghentikan pencarian dan melaporkan kejadian itu ke Basarnas Semarang.

Kepala Basarnas Semarang, Budiono, membenarkan adanya laporan tersebut. “Kami mengirimkan satu tim dan perahu karet untuk melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya. Namun karena sudah gelap dan situasinya berbahaya, pencarian kami tunda hingga esok pagi,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih ada tiga pemancing yang belum ditemukan, masing-masing bernama Kiswanto, Mono (diduga asal Kramas Tembalang), dan satu lagi belum diketahui identitasnya.

“Semoga besok cuaca cerah dan ketiganya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Itu harapan kami,” pungkas Budiono.

Dengan demikian, hingga Selasa malam tercatat tujuh pemancing selamat, dua meninggal dunia, dan tiga masih dalam pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *