Kapal Nelayan Tenggelam di Perairan Kendal, Tiga ABK Masih Hilang
KENDAL[BahteraJateng] – Sebuah kapal nelayan bernama Sikawit tenggelam akibat cuaca ekstrem di Perairan Korowelang, Kabupaten Kendal pada Selasa (19/8). Peristiwa ini terjadi setelah kapal yang mengangkut 10 anak buah kapal (ABK) terbalik dihantam gelombang tinggi.
Berdasarkan informasi, kapal berangkat dari daratan menuju laut sekitar pukul 11.00 WIB. Saat memasuki perairan Korowelang, Kendal, sekitar pukul 14.35 WIB, hujan deras disertai angin kencang mengguncang lautan. Ombak besar menghantam kapal hingga kehilangan kendali dan akhirnya terbalik.

Sebanyak 10 ABK yang berada di atas kapal tercebur ke laut. Tujuh orang berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan lain yang tengah melintas di sekitar lokasi. Namun, tiga ABK lainnya belum ditemukan dan dinyatakan hilang tenggelam.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, Tim SAR Gabungan segera diterjunkan untuk melakukan pencarian.

“Pada hari ini, Tim SAR Gabungan telah melakukan upaya pencarian dari area Pelabuhan Tanjung Emas sampai ke lokasi kejadian. Namun, hingga pukul 19.20 WIB upaya pencarian masih belum membuahkan hasil sehingga akan dilaksanakan kembali besok pagi,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam operasi pencarian esok hari tim akan melakukan penyisiran ke arah barat sejauh dua kilometer menggunakan RIB (Rigid Inflatable Boat) milik Basarnas Semarang.
“Hal yang akan dilaksanakan dalam operasi pencarian besok adalah melakukan penyisiran ke arah barat sejauh 2 KM dengan menggunakan RIB Basarnas Semarang,” jelasnya.
Budiono juga mengungkapkan adanya sejumlah kendala dalam proses pencarian. Selain luasnya area operasi, ombak tinggi dengan intensitas cukup kuat menjadi tantangan bagi tim penyelamat.
“Area pencarian yang luas dan kondisi ombak yang tinggi kemungkinan akan menjadi kendala dalam proses pencarian,” tuturnya.
Meski demikian, pihaknya tetap optimistis operasi pencarian akan dilanjutkan esok hari dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan.
“Untuk sekarang mari kita sama-sama doakan agar proses pencarian dapat berjalan dengan lancar sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan keadaan sebaik-baiknya,” pungkas Budiono.
Hingga Selasa malam, tujuh ABK dinyatakan selamat, sementara tiga lainnya masih hilang.

