Kesbangpol Kota Semarang Dorong Ormas Aktif dalam Pembangunan Kota
SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota Semarang berharap organisasi masyarakat (Ormas) mampu berperan aktif dalam pembangunan kota, tidak hanya sekadar menjadi pengawas atau pengkritik.
Hal itu disampaikan Plt Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Agus JT, ditengah kegiatan pembinaan bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) di Aula Kecamatan Semarang Tengah pada Rabu (20/8).

Kegiatan ini diikuti 40 ormas sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kapasitas pengelolaan administrasi hibah.
“Membangun kota itu tidak bisa hanya dari pemerintah, tapi juga butuh peran ormas. Kalau di luar sana ormas dianggap mengganggu, di Semarang kita buktikan ormas membantu bahu-membahu dengan pemerintah,” ujarnya.
Agus juga menekankan perlunya pengelolaan keuangan yang lebih tertib, khususnya terkait laporan pertanggungjawaban (SPJ) dana hibah.
Ia menilai selama ini masih banyak ormas yang kesulitan menyusun SPJ sesuai aturan sehingga menimbulkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Jika SPJ tidak sesuai maka sanksinya berupa pengembalian dana hibah. Itu kan eman-eman, sudah kerja benar tetapi karena administrasi salah jadi harus mengembalikan,” tegasnya.
Kabid Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Ormas Kesbangpol Kota Semarang, Agung Falaq, menambahkan jumlah ormas di Kota Semarang mencapai sekitar 480. Namun, karena keterbatasan anggaran, kegiatan pembinaan hanya bisa diikuti 40 ormas secara bergantian.
“Tahun lalu sempat direncanakan di hotel dengan 200 peserta, tapi karena efisiensi akhirnya dipindah ke fasilitas pemerintah. Aula kecamatan maksimal hanya bisa menampung 100 orang,” jelasnya.
Agung berharap ke depan kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih banyak dengan peserta yang lebih luas.
“Tahun ini hanya satu kali kegiatan karena efisiensi. Semoga tahun depan bisa ditambah agar semakin banyak ormas mendapat pembinaan,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB JAYA) Kota Semarang, Joko Suprapto, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang. Menurutnya, langkah pemerintah tersebut positif dalam memperkuat peran organisasi masyarakat (ormas) di daerah.
“Bagus saja untuk organisasi Ormas se-Kota Semarang, itu bagus dari pemerintah. Untuk kemantapan organisasi lain sebagai penyeimbang pemerintah kota, itu yang terbaik. Dari kami juga mengapresiasi langkah ini,” ujar Totok Londo, sapaan akrabnya kepada BahteraJateng.
Ia menilai kegiatan seperti ini dapat mempererat komunikasi antara pemerintah dan ormas sehingga tercipta kemitraan yang baik.
Terkait isu dualisme di tubuh GRIB JAYA, Joko menegaskan bahwa kepengurusan di Kota Semarang sudah final dan tidak ada lagi dualisme.
“PAC-PAC pun sudah terbentuk. Maka tidak ada dualisme kepemimpinan, hanya satu pimpinan yang diamanatkan DPD Jateng, yaitu saya,” tegasnya.
Ia juga memastikan legalitas organisasi telah tuntas. “Sudah beres semua. Tinggal nanti kita merapat dengan mereka untuk pengakuan legalitas agar bisa memberikan yang terbaik bagi Kota Semarang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Totok Londo menyampaikan bahwa Markas Komando (Mako) GRIB JAYA Kota Semarang kini bergabung dengan Rumah Aduan untuk Masyarakat (Rumah Adat). Tempat ini difungsikan sebagai pusat pelayanan aduan dan pendampingan masyarakat.
“Rumah Adat itu berfungsi bila masyarakat mempunyai permasalahan apa pun bisa diajukan ke sana. Semua gratis, termasuk konsultasi dan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

