Semarang Zoo
Penandatanganan kerja sama antara Terminal Tipe A Mangkang dengan Semarang Zoo untuk mendukung pengembangan wisata edukasi dan konservasi satwa.(Foto Ist)
| |

Dukung Wisata Edukasi, Terminal Mangkang Jalin Kerja Sama dengan Semarang Zoo

SEMARANG[BahteraJateng] – Terminal Tipe A Mangkang menjalin kerja sama dengan Taman Satwa Semarang (Semarang Zoo) untuk mendukung pengembangan wisata edukasi dan konservasi satwa.

Penandatanganan perjanjian dilakukan Kepala Terminal Tipe A Mangkang, Reno Adi Pribadi, bersama Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, di kantor terminal pada Senin siang (15/9).

Reno Adi Pribadi mengatakan kerja sama ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya edukasi satwa dan lingkungan di Kota Semarang.

Menurutnya, keberadaan kebun binatang penting untuk menjaga kelestarian satwa sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan.

“Pentingnya ada kebun binatang itu agar satwa tetap lestari, tidak tinggal nama dan gambar saja. Ini yang perlu kita wariskan untuk generasi penerus,” ujarnya.

Reno menambahkan, melalui edukasi di Semarang Zoo, masyarakat diharapkan lebih peduli menjaga kebersihan dan tidak merusak habitat satwa.

Direktur PT Taman Satwa Semarang, Bimo Wahyu Widodo, menjelaskan kerja sama ini mencakup pemberian fasilitas gratis bagi karyawan Terminal Mangkang dan diskon 30 persen untuk keluarga karyawan.

Selain itu, tersedia 5.000 voucher diskon bagi penumpang yang transit di Terminal Mangkang, yang bisa dimanfaatkan untuk menikmati wahana dan edukasi satwa dengan harga terjangkau.

“Kerja sama ini berlaku selama dua tahun,” katanya.

Bimo menegaskan, peran Semarang Zoo tidak hanya menyediakan wisata edukasi, tetapi juga menjalankan fungsi konservasi satwa.

Upaya pengembangbiakan satwa dilindungi, lanjutnya, bertujuan untuk dilepasliarkan atau ditukar dengan lembaga konservasi lain agar terhindar dari perkawinan sedarah.

“Lembaga konservasi bertanggung jawab menjaga kemurnian jenis dan menerapkan prinsip five freedoms: bebas haus dan lapar, bebas stres, bebas sakit, bebas mengekspresikan diri, dan bebas berkembang biak,” jelas Bimo.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat memperluas manfaat konservasi satwa sekaligus memberikan pengalaman edukatif yang lebih baik bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *