KAI Daop 5 Petakan Potensi Bahaya Jalur Karangsari–Legok
PURWOKERTO[BahteraJateng] – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto melaksanakan pemeriksaan lintas (walkthrough) di jalur Karangsari–Legok sepanjang enam kilometer pada Sabtu (18/10).
Kegiatan tersebut bertujuan memastikan kondisi prasarana perkeretaapian tetap aman serta mendukung kelancaran perjalanan kereta api.

Deputy Vice President 5 Purwokerto, Bernike Christiawan, memimpin langsung kegiatan yang melibatkan jajaran teknis dan operasional Daop 5 Purwokerto. Pemeriksaan dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalur untuk memperoleh gambaran nyata kondisi di lapangan.
Dalam kegiatan itu, tim memeriksa berbagai aspek prasarana, mulai dari rel dan bantalan, jembatan, saluran air, hingga titik-titik rawan yang dinilai berpotensi menimbulkan gangguan perjalanan. Setiap temuan langsung didokumentasikan untuk ditindaklanjuti oleh unit terkait.

Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, menjelaskan bahwa kegiatan walkthrough menjadi langkah preventif guna menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
“Pemeriksaan langsung seperti ini membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan akan segera ditindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali,” ujar Krisbiyantoro.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana koordinasi lintas unit agar seluruh pihak di lapangan memiliki persepsi yang sama dalam menjaga keselamatan dan keandalan jalur.
“Keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional KAI. Budaya safety harus terus dibangun di seluruh lini kerja,” tegasnya.
KAI Daop 5 Purwokerto secara berkala melakukan pemeriksaan serupa di sejumlah lintasan, terutama di titik-titik dengan potensi gangguan akibat cuaca ekstrem, pergerakan tanah, atau kondisi infrastruktur yang memerlukan perawatan intensif.
Melalui kegiatan walkthrough ini, Daop 5 berharap dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di sepanjang lintasan, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pelanggan kereta api.
“Kami ingin memastikan seluruh prasarana dalam kondisi prima agar masyarakat dapat menikmati layanan transportasi kereta api yang selamat, nyaman, dan andal,” pungkasnya.

