Komisi D Minta Perawatan Jembatan Rejosari Secara Berkala
MUNGKID[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Jateng meminta Dinas PU Bina Marga Cipta Karya Kabupaten Magelang memantau dan merawat secara berkala Jembatan Rejosari yang awal tahun ini resmi beroperasi supaya tidak ada konstruksi yang rusak.
Sekretaris Komisi D Kholik Idris menyatakan, setelah diresmikan pada awal tahun ini, keberadan Jembatan Rejosari sangat dirasakan besarnya manfaat oleh masyarakat. Sebagai penghubung dua daerah yakni Kabupaten Magelang dengan Kota Magelang, Jembatan Rejosari sudah mulai dilalui warga.

“Secara visual, kami melihat kondisi jembatan Rejosari sudah baik. Bahkan kami mencoba berjalan di jembatas pun terasa nyaman. Karena ini masih masa perawatan, kami minta Dinas PU supaya memantau. Ini menjadi bagian baru bagi masyarakat kedua wilayah, menandai peningkatan konektivitas dan aksesibilitas yang signifikan,” katanya di sela-sela bersama anggota Komisi D berada di Jembatan Rejosari, seperti dilansir Instagram @dprdjatengprovinsi belum lama ini.
Jembatan Rejosari, yang menghubungkan Ngambik Lor, Kelurahan Kramat Selatan (Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang) dan Desa Rejosari (Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang), diresmikan Pj Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana, Kamis (9/1/2025).

Anggota Komisi D Sukardiyono menyebut, jembatan tersebut dikenal sebagai jembatan gantung terbuat dari bahan sederhana yang hanya bisa dilewati pejalan kaki dan pesepeda motor.
Sementara Agus Apriyanto selaku Kepala Balai Pelaksana Jembatan (BPJ) menjelaskan, Jembatan Rejosari atau disebut juga Jembatan Kali Progo Sucipto Suwigo merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Perencanaan pembangunan sejak 2023 dan rampung dalam kurun 10 bulan (Maret-Desember 2024).
Untuk pendanaan, pemerintah pusat memberikan bantuan rangka jembatan bentang 100 meter dan lebar 7 meter di atas Sungai Progo. Pemprov Jateng telah mengalokasikan Rp 44,6 miliar untuk memasang rangka dan melaksanakan pembangunan jembatan.

