Longsor di Banjarnegara, BPBD: Satu Warga Meninggal, 5 Masih Terperangkap, 480 Jiwa Mengungsi

BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Pandanarum selama hampir tiga jam memicu terjadinya longsor besar di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (16/11).

Material longsoran dari tebing hutan pinus seluas kurang lebih 100 x 100 meter menimpa permukiman warga di RT 01, 02, 03, dan 04 RW 03.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara melaporkan satu warga atas nama Klewih (40) ditemukan meninggal dunia sekitar satu kilometer dari lokasi longsor. Dua warga lainnya mengalami luka-luka dan telah dirujuk ke RSUD BNA serta Puskesmas Pandanarum.

Sementara itu, masih terdapat dua orang yang terjebak di lokasi tanah bergerak dan tengah dalam proses evakuasi oleh tim gabungan.

Selain itu, BPBD mencatat total lima warga sempat dilaporkan terperangkap material longsor. Upaya pencarian terus dilakukan meski kondisi medan berat dan cuaca masih berpotensi hujan.

BPBD Banjarnegara telah mendirikan Posko Lapangan dan Pos Pengungsian sebagai respons cepat atas bencana ini. Kebutuhan mendesak yang dipenuhi antara lain alat tulis kantor, laptop, printer, banner, logistik, tempat permakan, matras, selimut, air mineral, hygiene kit, serta family kit.

Langkah-langkah awal yang telah dilakukan meliputi assessment lokasi, evakuasi warga ke tempat aman, koordinasi lintas instansi, hingga pendirian dapur umum serta tenda pengungsian di Kantor Kecamatan Pandanarum.

Data sementara menunjukkan jumlah pengungsi mencapai 480 jiwa, sementara rumah terdampak tercatat sekitar 180 kepala keluarga. BPBD masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah kerusakan dan korban terdampak.

Tim gabungan dari BPBD, TNI/Polri, relawan, serta pemerintah desa setempat terus melakukan upaya evakuasi, penyisiran lokasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *