Pencarian Korban Longsor Pandanarum Banjarnegara Diperpanjang Tiga Hari
BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Upaya pencarian korban bencana longsor di Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, resmi diperpanjang selama tiga hari.
Perpanjangan ini diputuskan setelah operasi pencarian memasuki hari ketujuh sesuai standar operasional prosedur (SOP) SAR, namun masih terdapat korban yang belum ditemukan.

Kepala Kantor Basarnas Semarang selaku SMC Cluster SAR, Budiono, menyampaikan bahwa hingga Rabu (H+8), masih ada 16 korban yang belum ditemukan dari peristiwa longsor yang terjadi pada Minggu, 16 November 2025.
“Hari ini adalah hari ke delapan, dan masih ada 16 korban lagi yang harus kami cari di tengah ketidakpastian cuaca serta kondisi medan longsor yang luas dan masih labil,” ujarnya.

Sebelum tim SAR gabungan bergerak ke lapangan, Basarnas menurunkan tim aju yang terdiri dari unit K9 dan drone untuk melakukan asesmen awal serta memastikan keamanan area pencarian.
“Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi aman bagi tim, sekaligus mengoptimalkan pendeteksian oleh anjing pelacak,” tambah Budiono.
Hingga pencarian hari kedelapan, tercatat 12 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, ditambah tiga bagian tubuh (body part). Korban terakhir yang berhasil dievakuasi berada di sektor B dan telah diidentifikasi tim DVI sebagai Saminem (59).
Untuk mempercepat pencarian, sebanyak 24 excavator dikerahkan, termasuk tambahan unit PC 200 yang memiliki daya keruk lebih besar dan dalam.
“Dengan penambahan ini, kami berharap jumlah korban yang ditemukan dapat meningkat hari ini,” jelas Budiono.
Daftar korban meninggal yang telah ditemukan:
1. Lewih (P/40)
2. Darti (P)
3. Tuwi (P/50)
4. Esiah (P/23)
5. Maruni (P/52)
6. Karti (P/64)
7. Lipah (P/45)
8. Warjono Lamar (L/65)
9. Susanti (P/26)
10. Jonathan Prayoga (L/7)
11. Aminah (P/90)
12. Saminem (P/59)
serta penemuan 3 body part.

